kenalan, teman, dan sahabat

gue bisa membedakan antara kenalan dan teman
tapi sampai sekarang tak terbedakan juga antara teman dan sahabat.

kenalan gue lumayan banyaklah
tapi teman?
bisa dihitung dengan jari satu tangan

apalagi, sebagai wartawan,
hampir tidak bisa ditemui pertemanan tulus jika kita wartawan.

orang lain ingin berkenalan karena institusi kita, bukan karena siapa kita.
itu pula sebabnya gue ngga mau berserius-serius berteman dengan wartawan, apalagi dengan narasumber.

sebagai wartawan, ada masanya gue merasa punya begitu banyak teman.
tapi begitu gue jatuh, rontok semua.
yang tersisa, ya itu tadi, bisa dihitung dengan jari satu tangan.

di saat gue bangkit lagi,
mereka yang tadinya rontok itu kemudian satu per satu menelpon.

gue jawab seperlunya basa basi itu
karena gue sangat butuh ditelpon itu tiga bulan lalu, bukan sekarang.

mengapa orang macam ini harus disebut teman?

gue lebih nyaman jika menyebut mereka sebagai kenalan
walau sudah saling kenal dalam hitungan belasan tahun

jadi,
teman gue saat SD ngga ada
teman gue saat SMP ngga ada
teman gue saat SMA satu
teman gue saat kuliah dua
teman gue selepas kuliah sampai sekarang dua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s