Amanat yang Harus Kusampaikan


Oleh Silvia Galikano

Minta waktu Nh Dini untuk wawancara tak semudah minta waktu pada narasumber lain. Dini sepertinya hanya bisa “ditangkap” saat jadi pembicara di suatu acara. Saya sampai terheran-heran, mengapa sesulit ini? Bahkan nomor teleponnya sampai sekarang tidak bisa saya dapatkan.

Akibatnya, pertanyaan-pertanyaan tambahan dari saya serta jawaban dari Dini dikirim melalui Bu Ninik, sahabat Dini, yang rela jadi perantara dan menghabiskan pulsa teleponnya. Belum lagi malam-malam Bu Ninik ke warnet untuk membuka email dari saya yang ternyata tak terkirim.

Di antara pesan-pesannya, tergambar jelas kalau yang sekarang sangat dibutuhkan Dini adalah dana untuk menutup biaya pengobatannya. “Saya mendapat nafkah dari menulis dan jualan abap (jadi pembicara),” Dini utarakan di diskusi di Semarang awal Maret.

Email dan dua sms yang saya sertakan di bawah ini menggambarkan minimnya perhatian pemerintah pada aset Jawa Tengah sekaligus aset Nasional ini. Semoga pencinta karya-karya Nh Dini bisa berbuat jauh lebih baik.
Saya posting imel dan sms tersebut ke blog pribadi saya atas persetujuan Bu Ninik dan Nh Dini.

Copy paste imel yang dikirim Bu Ninik pada 11 Maret 2008:

terimakasih mbak Sylvia, surat sudah sy terima, tetapi sy sekali lagi mohon pengertian pada mbak Sylvia. Semoga hasil dari pekerjaan ini ada yg dapat disisihkan untuk membantu beliau.

Seharusnya lembaga resmi mengakui bhw karya Nh Dini adalah aset bangsa, sehingga lembaga mampu menaruh perhatian besar untuk merawat asetnya. Namun seperti kita ketahui bersama bahwa perhatian tersebut hampir tidak ada, jika adapun sangat kecil sekali, sehingga ibu Dini harus kesulitan saat menanggung biaya pengobatan untuk merawat kesehatan beliau.

Jika tak satupun peduli, maka memang benar bahwa kita akan sulit menjadi bangsa besar karena sulit menghargai karya yg memiliki kontribusi untuk pencerahan masyarakat lewat tulisan. Semoga mbak Sylvia memahami maksud saya untuk membangun kepedulian bersama.

Sy sdh akan pulang shg jwban berikutnya baru dpt dilanjut besok ok ?

salam manis

bu ninik

Salinan sms dari Bu Ninik:

23.03.0808:35
Para cerdik pandai yang mengurus tempat kita dilahirkan ini memang memprihatinkan, tidak dapat menghargai dan merawat aset bangsa. Yang seharusnya melakukan hal ini adalah para pengatur kebijakan negara. Upaya mbak silvia yang mulia ini perlu didukung, saya akan konsultasi dengan beliau.

23.03.0808:43
Berikut adalah nomor rekening beliau:
BCA cabang Jl. Pemuda Semarang
0094 7303 99
atas nama Sri Hardini alias NH Dini.

Semoga apa yang dilakukan bermanfaat.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.