ketika pelatuk ditarik

hari ini deadline, biasanya hectic luar biasa.
kaki pasti udah nangkring di atas meja,
duduk melorot bertumpu di punggung.
itu tandanya gue ngga mau diganggu.

hari ini ngga, tulisan udah kelar dua hari lalu.
tulisan teman-teman udah masuk dari kemarin.
rencana pulang sore aja, biar berbuka di rumah.

tapi evan, teman baru mp-er,
mbongkar-mbongkar file lama di otak.
dia posting komen di koleksi gola gong,
pahlawan masa remaja gue.
gong yang sekarang sakit.
jadilah gue habiskan sore
sampe sekarang udah jam setengah sembilan ini
di depan komputer, browsing sana sini.

sekian tahun lalu, gue datang di launching website rumah dunia.
detik-detik paling emosional sewaktu gong cerita,
pulang kerja, lihat koleksi winnetou-nya di bawah pohon pisang,
tersiram hujan, bermandi lumpur, sobek.
winnetou yang jadi inspirasi untuk tetap menjadi orang lurus.
ketika itu pula dia lunglai.
nangis.
tapi dia sudah dedikasikan buku-bukunya untuk anak-anak.
dedikasinya sudah berbuah sekarang.
angkatan pertama rumah dunia kini wartawan dan penulis.

di pameran buku tahun 2004,
gong tandatangani 16 buku koleksi gue.
sepuluh seri balada si roy, enam buku yang terbit sesudahnya.
“buku ini justru saya sendiri ngga punya,”
sewaktu dia lihat kutunggu di yogya.

mbak tyas yang sangat lembut.
ah, dia bisa nembang juga.
sahut-sahutan puisi mereka sebelum menikah indah sekali.
mungkin suatu hari akan gue posting.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s