Mejaku

Bandingkan dengan meja di sebelahnya. Jadi malu…
Lebih dari setahun lalu gue pernah mengadu, katakanlah begitu, ke Pak Ari MP Tamba, seniman yang notabene adalah Asredpel gue, “Pusing saya, Pak, meja saya berantakan banget.”

Pak Ari yang punya kesabaran tanpa batas itu senyum, terus menyitir tauk ucapan siapa (gue kan pikun akut), “Meja yang berantakan menunjukkan otak yang rapi.” Sumpah, sampe sekarang gue ngga tau, itu ucapan menghibur ato nyindir.

Kursi itu dari dulu selalu jadi kursi gue, ngga pernah tukar-tukar dengan yang lain. Kenal banget “rasanya” kalo kursi gue ditukar. Naah, bantal yang di kursi itu bikinan sendiri lhoooo, dari perca baju-baju gue.

 

Meja utama

Ada monitor yang ditempelin post it. Itu sudah lumayan bersih dikit. Sebelumnya, post it memenuhi sekeliling monitor. Bandingkan dengan monitor teman-teman lain yang bersih. Itu karena gue punya penyakit pikun akut.

Kalo ada undangan harus ditulis di post it, dideret naronya, ngga bisa cuman ngandelin SMS atau fax undangan yang ada di meja, karena pasti lupa. Tuh, kertas yang nangkring males di atas kalender dan kotak kartu nama itu mungkin lebih dari lima lembar fax undangan. Ditumpuk aja di situ.

Speaker murahan itu bawa dari rumah. Ngga kebagian speaker kantor. Dari speaker ini gue ndengerin live streaming www.cosmopolitanfm.com atau www.hardrockfm.com. Kalo acara radio lagi kebanyakan ngomong ngga penting, gue dengerin koleksi dari my music. Sekarang lagi suka-sukanya denger La Vie en Rose. Serasa di emperan surga dah.

Meja samping

Di sini gue tumpuk buku-buku dan majalah yang dulu berfungsi sebagai bahan referensi. Buku-buku itu umumnya tentang feminisme. Ada yang dikasih LSM-LSM perempuan, ada juga yang gue beli sendiri. Majalah yang persis di atas laci itu adalah SWA, Tempo, Gatra, dan Globe Asia yang edisi khusus perempuan. Dulu gue penanggung jawab rubrik perempuan.

Tumpukan di sebelah kanan yang nempel dinding itu ada juga beberapa majalah gaya hidup, beda-beda merek, referensi bikin rubrik edisi Minggu. Dua buku tebal yang paling atas itu kamus Inggris-Indonesia bajakan dan buku Apa Siapa terbitan Tempo tahun 1980-an.

Di bagian kiri meja samping ada space kosong tuh. Di situlah gue menangkringkan kaki di saat mood ngetik lagi membara, tentu kalo teman di samping kanan itu lagi ngga masuk ato lagi ngga di tempat.

Dua buah tas yang ada di kolong meja itu isinya tas-tas kertas dan tas plastik yang dilipat rapi, tisu gulung, dan pembalut. Ada juga sepasang sandal paku yang selalu mengundang pertanyaan, “Kok lu kuat sih pake itu? Ngga sakit?”

“Ini indikator keimanan. Kalo imannya lemah ya ngga kuat pake ini.”

Kolong meja

Itu yang oranye adalah matras gunung. Sangat berfungsi kalo lagi ngantuk. Kursi disingkirin, gelar matrasnya, tidur.

Beberapa edisi koran yang gue umpetin di kolong ini untuk dikirim ke narasumber. Seharusnya sih begitu terbit langsung dikirim. Tapi ya gitu deh, pikun akut, maksud hati taro dulu karena masih pengen ngetik satu atau dua jam, baru ditulis alamatnya, eeeh bablas sampe seminggu kemudian baru inget.

Kotak sepatu itu berisi sepatu pletak-pletuk. Ceritanya, dulu pernah nih sewaktu belum pegang edisi Minggu, pas hari Jumat siang, dapet panggilan Batman. Istana nelpon, wajib datang buat briefing sebelum pergi ngikut Nyonya Besar dua hari kemudian.

“Kapan, Mbak?”

“Hari ini.”

“Jam berapa?”

“Sekarang juga.”

What the….

Jumat geto lhooo. Hari santai, sebagian teman malah libur. Gue pake kaos, jeans, sepatu kets, yang merupakan benda-benda haram kalo masuk istana.

Kelam kabut (istilah ini nemu barusan, pas baca buku lama tulisan A. Dt. Madjoindo, terbitan 1955) gue ke Arion, beli baju dan celana panjang. Ngga ada waktu lagi beli sepatu. Sudahlah, semoga ngga ketauan. Naik ojek tanpa nawar, “Bang, istana!!”

Ngga mau terulang lagi, sekarang gue sedia sepatu sopan di kolong.

Itu kontainer plastik tempat nyimpen buku-buku pribadi gue. Maksudnya, buku yang dibawa dari rumah. Bahan-bahan referensi tulisan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s