Rochester



John Rochester, yang pada waktu itu buta, merana, dan kesepian, melihat Jane berkelebat, Rochester berusaha meneriakkan nama Jane, tapi suaranya tersendat di tenggorokannya. Suara Rochester tidak pernah terucapkan. Akan tetapi geletar dalam hati Rochester melompat dari bukit ke bukit, menerobos kegelapan malam, dan menghantam pepohonan di hutan-hutan. Alam cukup peka untuk menangkap geletar seseorang yang dirundung cinta, dan tidak bisu untuk kemudian menyampaikannya ke telinga Jane. Jane mendengar jerit Rochester.

Jane Eyre oleh Emily Bronte (1847), diceritakan dalam Olenka oleh Budi Darma (1983).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.