Laci-laci

Dua tahun lalu aku pernah menulis tentang kenalan, teman, dan sahabat. Tulisan itu sepertinya membuat seorang temanku tersinggung, entah karena bagian mana dari tulisan itu. Orang-orang yang kukenal memang kutempatkan di laci-laci. Setiap laci punya kriteria tersendiri. Satu laci bisa dihuni satu orang, tiga orang, bisa juga 150 orang. Nama yang menempati satu laci itu kadang juga berubah karena kupindah. Kubuang? Sepertinya ngga pernah.

Gambarannya begini. Cocok jadi teman ngobrol belum tentu cocok jadi teman kerja. Cocok jadi teman kerja belum tentu cocok jadi teman jalan. Cocok jadi teman jalan biasanya cocok jadi teman ngobrol. Teman sahut-sahutan yang asik di dunia maya ternyata garing di darat. Teman diskusi bukan berarti teman curhat. Teman akrab di masa sekolah ternyata sekarang banyak ngga nyambungnya.

Aku ngga menempatkan satu laci berkasta lebih tinggi dari laci lain. Semua laci setara, namun berbeda.

Dari mana hingga kriteria masing-masing laci itu ada? Tentu saja pengalaman empiris. Harus praktik. Ngga bisa hanya bermodal asumsi, misalnya cocok jadi teman ngobrol artinya dia pasti jadi teman jalan yang asik. Ngga bisa begitu. Dasarnya harus empiris. Hasil dari praktik yang cuman sekali (sungguh, sekali saja cukup) itu jadi dasar kuat buatku menempatkan teman-teman dalam laci-laci yang tepat.

Proses untuk menentukan seseorang berada dalam laci mana kadang pahit, bahkan sampai mengorbankan pertemanan manis sebelumnya, dan tersisalah pertemanan basa-basi. Lantas, apa gunanya laci-laci itu kalau merusak pertemanan yang sebelumnya manis? Itulah harga yang harus kubayar agar tidak salah menempatkan diri di hadapan orang tersebut.

Kalau dibalik, bagaimana kalau akulah yang dipindahkan dari laci tertentu di hati teman? Bahwa ternyata, menurut dia, aku demikian judesnya, atau demikian galaknya, atau demikian pendiamnya, atau bisa menikam dari belakang, atau apa saja, ngga pa-pa. Teman adalah cerminku, aku ngga mau dia jadi make-up artist. Dengan cara ini aku diingatkan bahwa aku manusia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.