Karya – Berkarya



Rabu lalu (21/9/2011), datang paket berisi tiga buku Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006-2010: Jejak Rekam Lima Tahun Karya Jurnalistik Terbaik Indonesia. Bukunya tebal dengan hard cover.

Buku ini berisi tulisan dan foto karya pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna. Karena artikelku, Mimpinya Menulis, jadi artikel terbaik kategori Humaniora pada Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008, maka artikel itu masuk juga dalam buku tersebut.

Nah, tiga buku diberikan kepada masing-masing orang yang karyanya jadi pemenang. Tiga buku ini jugalah royalti bagi kami karena buku ini dicetak dalam jumlah terbatas dan tidak dijual. Toh kami sudah mendapat hadiah uang saat menang.

Apa artinya buku ini bagiku? Tentu saja ini pengakuan atas karyaku.

Karya. Bagiku, kata itu sangat berarti. Karya tidak selalu harus berbuah penghargaan. Aku bisa saja bilang sudah jadi wartawan sekian tahun. Tapi kalau tanpa karya yang bisa dibanggakan, apa artinya? Tanpa karya yang bermanfaat bagi orang lain, apa nilainya? Dan, menurutku, ini berlaku untuk semua bidang, bukan hanya jurnalistik.

Kekalahan dan kesalahan tentu saja ada. Makin bertambah umur, makin banyak juga sudut pandang yang bisa kuambil. Sebuah kekalahan atau kesalahan kalau dilihat dari sudut yang tidak biasa ternyata itu penyelamat dari sebuah kekalahan atau kesalahan yang lebih besar, misalnya. Susah memang untuk meyakini bahwa nasib buruk itu tidak ada. Kata Agus, seorang kawan di Facebook, “Good? Bad? Who knows?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s