Gerak Indah di Atas Aluminium Foil

Image

Pematung Dolorosa Sinaga mengundang perempuan untuk merayakan kekuatan gerak. Cara ungkap yang beda dibanding karya-karya sebelumnya.

Oleh Silvia Galikano

Dolorosa Sinaga absen dulu dari sikap-sikap frontal melalui patungnya. Tidak sepenuhnya absen sebetulnya, cuma beda, hingga kita nyaris tak menyadarinya. Pernyataan yang dia sampaikan kini melalui patung-patung penari –yang semuanya perempuan- berbahan utama aluminium foil.

Gerakan penari dia gambarkan sebagaimana umumnya kita tahu, tidak diubah atau disesuaikan dengan sikap yang ingin dia sampaikan. Dansa Bali, misalnya. Patung ini menampilkan penari menjejak mantap dengan kaki terentang lebih lebar dari bahu dan tubuh condong ke kiri. Tangan kirinya setinggi pinggang, tangan kanan setinggi dada, dagu mengarah ke kiri. Sikap yang biasa kita lihat dalam foto-foto dan lukisan penari Bali.

Demikian pula tiga patung berbahan polyester resin on aluminium foil berikut yang dipasang berjajar: Lancang Kuning, Sarinah, dan Drupadi. Patung penari Lancang Kuning digambarkan sedang berdiri di atas kaki kanan. Kaki kirinya terangkat di belakang kaki kanan. Selendang lebar tersampir di bahu kiri, jatuh hingga paha. Sedangkan di Sarinah, dua tangan penari terangkat setinggi pinggang seperti menunjukkan sebuah gerak dinamis. Kaki kanannya terangkat siap menjejak lagi. Gerak dinamis juga dapat ditangkap dari kibasan kain panjang dan selendang Drupadi.

Dalam pameran patung bertema Dance Your Life pada 15 – 29 Juni 2013 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jakarta ini Dolorosa membuat pernyataan melalui gerak, lebih spesifik lagi melalui gerakan tubuh yang indah. Tentang perempuan yang menggerakkan tangan, torso, leher, dan kaki ke segala arah, melepaskan atribut lama (dengan segala batasan dalam pola patriarkhi) dan membiarkan tubuhnya secara bebas menanggapi realitas dunia.

Demikian parahnya realitas dunia saat ini hingga perempuan seakan tak berhak punya sikap mandiri dalam bereaksi. Cara bereaksi harus dengan persetujuan pihak lain (baca: laki-laki) dan pada waktu yang juga ditentukan orang lain.

Lewat Dance Your Life Dolorosa mengundang perempuan merebut lagi independensinya. Gerak yang indah menandakan lahir kembali kekuasaan perempuan atas sikapnya sendiri. Dolorosa menelusuri berbagai kemungkinan tubuh menjadi medium bagi gerak yang indah, dalam hal ini menari, untuk berekspresi. Bukan sekadar menghibur diri, tapi berekspresi atas sesuatu yang menyimpan kekuatan hidup.

Aluminium foil yang biasanya jadi penghuni dapur kali ini dijadikan bahan utama patung-patung Dolorosa setelah sebelumnya dia bermain dengan lempung, lilin, dan plastik. Medium baru ini memiliki karakter spesifik, yakni tekstur yang kaya sehingga dapat mendukung ekspresi sebuah karya. Aluminium foil juga dapat memberi jiwa pada gerak indah yang dibentuk sebagai sosok-sosok perempuan. Dua faktor utama itu tidak dapat dihasilkan dari media lain.

Interpretasi yang lebih spesifik dituliskan Ruth Indiah Rahayu, aktivis perempuan, peneliti, dan anggota Partai Rakyat Pekerja dalam pengantar pameran. Aluminium yang umumnya digunakan untuk membungkus makanan agar tetap panas itu punya prinsip kerja sebagai pelindung, bukan perusak. Bukankah itu juga yang dilakukan perempuan, para kaum ibu? Bahwa seluruh gerak (pergulatan) perempuan akan melahirkan kehidupan baru atau memberi kebaruan. Dan dengan ini perempuan eksis.

***

Dimuat di Majalah Detik edisi 82, 14 – 20 Juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s