Cinta Sejati Bersatu, Lalu…?

Jesse dan Celine kini sepasang dewasa berumur 40-an. Keduanya berjuang keras berdamai dengan keadaan saat ini walau urusan masa lalu kerap datang.

Oleh Silvia Galikano

before

Judul: Before Midnight

Genre:  Drama, Romance

Sutradara: Richard Linklater

Skenario: Richard Linklater, Julie Delpy, Ethan Hawke

Produksi: Drafthouse Recommends

Pemain: Ethan Hawke, Julie Delpy, Seamus Davey-Fitzpatrick

Durasi: 1 jam 48 menit

Kita pertama kenal Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) 18 tahun lalu di atas kereta ke Wina dalam Before Sunrise (1995). Mereka di usia awal 20-an, cantik dan tampan, konyol, serta sangat atraktif. Jesse yang berjenggot goatee adalah penulis asal Amerika, sedangkan Celine yang anggun, idealis, dan keras kepala adalah environmentalist asal Prancis. Sepanjang petang hingga subuh mereka terlibat obrolan seru tentang novel hingga filsafat hidup.

Hubungan ajaib itu berlanjut ke Before Sunset (2004). Jesse sudah menikah dan punya satu putra di Chicago, sedangkan Celine hidup bersama kekasihnya di Paris. Keduanya bertemu lagi usai acara diskusi di sebuah toko buku di Paris. Kembali mereka tenggelam dalam obrolan sambil menelusuri jalanan Paris dan sungai Seine di sore yang cerah. Ending Before Sunset sengaja dibuat menggantung, bikin gregetan, akankah Jesse merebut kembali cintanya yang hilang?

Hampir dua dekade setelah pertemuan pertama mereka, kita menemui pasangan ini lagi di Before Midnight. Keduanya sudah berusia awal 40-an, bersama membesarkan anak kembar perempuan, tinggal di Prancis, masih suka jalan kaki, dan masih kerap ngobrol sampai berdebat. Ya, Jesse meninggalkan istrinya demi Celine, akibatnya dia kalah dalam hak asuh anak. Jesse hanya bisa bersama anaknya, Hank (Seamus Davey-Fitzpatrick) yang berumur 13 tahun, saat Hank libur panjang.

Jesse dan Celine kini menghadapi realitas pernikahan, mengurus anak-anak, dan di saat yang sama tersadar passion mereka sudah meredup. Celine tak lagi memainkan gitar, dan Jesse menulis semata-mata sebagai pekerjaan. Tak jarang Jesse kehabisan akal menghadapi Celine yang sekarang gampang naik darah.

Berikut salah satu kalimat Jesse kepada Celine:“But I also know that you love me. And I’m okay with you being a complicated human being. I don’t want to live a boring life, where two people own each other, where two people are institutionalized in a box that others created, because that is a bunch of stifling bullshit.”

before-midnight08

Film ini dibuka ketika Jesse melepas putranya di Bandara Internasional Athena, Yunani. Hari libur Hank sudah habis dan harus pulang ke rumah ibunya di Chicago. Sedangkan Jesse, Celine, dan si kembar melanjutkan liburan mereka di Yunani.

Dalam perjalanan kembali dari bandara ke tempat liburan itulah terjadi obrolan panjang Jesse dan Celine. Jesse merasa sangat-sangat bersalah karena sudah melepaskan hak asuh putranya. Dia mengusulkan mereka pindah ke Chicago agar Jesse bisa mendapat hak pengasuhan bersama. Celine menolak keras rencana ini karena dia tidak mau meninggalkan kariernya di Paris. Lagipula, menurut Celine, Jesse ceroboh dalam mengurus anak.

Setelah berseling makan malam dengan teman-teman Yunani mereka, obrolan di dalam mobil siang tadi diberlanjut di dalam kamar hotel yang jadi klimaks film ini. Kita diajak masuk dalam ruang privat Jesse dan Celine, mengikuti naik turun emosi keduanya, kadang dibuat jengah dengan momen erotik mereka.

Namun keintiman ini mendadak rusak setelah Celine menerima telepon dari Hank yang mengabarkan sudah tiba di New York dan tengah menunggu penerbangan lanjutan ke Chicago. Perdebatan panas meletus tak terbendung. Bukan lagi hanya masalah hak asuh anak, tapi juga kecemburuan pada peristiwa masa lalu hingga ketidakpastian masa depan. Hubungan mereka di ambang krisis.

Bagi penggemar seri ini, Before Midnight seperti bersua lagi dengan teman lama yang kini sudah dewasa, makin pintar, sekaligus makin sering menggerutu dan mengeluhkan hidupnya. Sedangkan bagi yang baru mengenal Jesse dan Celine, film ini adalah masterclass yang membuktikan betapa powerful-nya bahasa sebagai alat seni sekaligus kemampuannya memotret manusia.

Elemen waktu yang dijadikan judul; Before Sunrise, Before Sunset, dan Before Midnight; bukan sekadar penanda waktu dari peristiwa yang mereka alami, melainkan ada hal tersirat di sana. Sunrise adalah awal yang segar, Sunset adalah bahagia selamanya, dan Midnight merupakan titik balik bahwa tidak ada yang pasti. Sebuah hubungan, berapapun lamanya, bisa saja berakhir tanpa banyak pertanda.

Before-Midnight-fea

Seperti dua film sebelumnya, keelokan film ini adalah obrolan dua karakternya mengalir natural. Dua adegan panjangnya, yakni adegan dalam perjalanan pulang dari bandara dan adegan di kamar hotel, kerap dikira improvisasi Delpy dan Hawke. Padahal keduanya bekerja keras menghafal script berhalaman-halaman hingga didapatlah dua adegan paling penting itu, dan ajaibnya, keduanya hanya butuh satu kali take.

Ide tentang perjalanan waktu (time travel) secara cerdas diselipkan juga, mengingatkan pada ending serial televisi Sisters (1991 – 1996). Jesse datang membacakan surat dari masa depan, yakni dari Celine yang sudah berumur 80-an tahun. Usaha uniknya menyalakan lagi api asmara dengan Celine itu membawa penonton pada romantisme, fantasi, serta rasa magis yang pas dengan latar belakang lansekap malam Yunani.

Tiga karya Linklater ini punya kemampuan yang sama dalam mengikat dan membawa penonton pada situasi yang dihadapi dua karakternya. Selain itu, editing dilakukan cermat dan tajam, ketegangan yang panjang tapi tak berpanjang-panjang, dan shot-shot yang dikunci untuk menegaskan chemistry dua karakternya menunjukkan Linklater tak main-main  menggarap karyanya. Before Midnight yang lucu, memikat, sekaligus nyata disuguhkannya dalam satu paket sederhana yang “mahal”.  Mari berharap obrolan Jesse dan Celine tidak berakhir di sini.

***

Dimuat di Majalah Detik edisi 91, 26 Agustus – 1 September 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s