Narasi Cerdas Drama Penculikan

98

Dua bocah diculik. Tersangka utamanya ternyata ber-IQ setara anak umur 10 tahun. Kasus ini terkait dengan kasus serupa, lebih dari 20 tahun sebelumnya.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Prisoners
Genre: Crime | Drama | Thriller
Sutradara: Denis Villeneuve
Skenario: Aaron Guzikowski
Produksi: Warner Bros
Pemain: Hugh Jackman, Jake Gyllenhaal, Viola Davis
Durasi: 2 jam 26 menit

Alex Jones (Paul Dano) keluar dari kantor polisi diiringi bibinya. Wartawan langsung menyerbu dan memberondongkan pertanyaan, tapi tak satu kata pun keluar dari mulut pemuda ini. Bibinya tadi sudah berpesan jangan mengatakan apa pun pada wartawan.

Keller Dover (Hugh Jackman) yang baru tiba di kantor polisi berlari menerabas kerumunan wartawan, menarik dengan kasar kerah jaket Alex dan menelentangkannya di salah satu kap mobil. “Di mana anakku?!”

prisoners-movie-poster-2

Terbata-bata Alex menjawab dengan suara lirih, “Mereka tidak menangis sewaktu kutinggalkan.” Jawaban ini menguatkan kecurigaan Keller bahwa Alex-lah penculik putrinya, tapi dia tidak dapat mengorek keterangan lebih jauh karena polisi sudah memborgolnya.

Keller dibawa ke ruang kerja Loki (Jake Gyllenhaal), detektif yang menangani kasus hilangnya putri Keller dan putri Franklin Birch (Terrence Howard) pada malam Thanksgiving. Dua keluarga itu merayakan Thanksgiving di rumah keluarga Birch yang berjarak cuma beberapa rumah. Dua anak mereka masing-masing sepantaran.

Usai makan malam, para orangtua melanjutkan acara dengan menyanyi di ruang tengah, dua anak remaja mereka menonton televisi, sedangkan dua bungsu yang berumur 6 tahun, Anne (Erin Gerasimovich) dan Joy (Kyla Drew Simmons), pamit duluan hendak bermain di rumah Anne. Orangtua mereka pun langsung mengizinkan.

Tengah malam ketika Keller dan istrinya, Grace (Maria Bello), pulang, mereka tidak menemukan Anne dan Joy di rumah. Abang Anne, Ralph (Dylan Minnette), curiga dengan mobil van bobrok yang parkir tak jauh dari rumah mereka. Sore sebelum makan malam, mereka sempat bermain di dekat van yang dikira tak berpenghuni. Sewaktu Ralph mendengar lamat-lamat musik dari dalam van, dia pun segera menarik turun Anne yang berusaha memanjat van.

Tak menunggu lama, tim polisi yang dikepalai Detektif Loki segera menemukan van berikut pengemudinya, Alex, yang teler berat akibat alkohol. Namun tak ada Anne dan Joy di dalamnya. Alex tak memberikan informasi apapun saat diinterogasi, bahkan terkesan tidak tahu mengapa dia ditangkap. Tes menunjukkan IQ-nya seperti bocah umur 10 tahun, yang berarti mustahil melakukan penculikan.

Hasil penyigian polisi di van tidak menemukan tanda-tanda bahwa dua bocah itu pernah berada di van. Segala kemungkinan diselidiki tapi semua tak berhasil terhubung ke keberadaan Anne dan Joy. Padahal jika dalam 48 jam polisi tidak juga menemukan bukti keterlibatan Alex, polisi mesti membebaskannya.

Hingga Alex dibebaskan, Loki tidak berhasil mengorek keterangan apa pun. Namun justru kepada Keller, Alex memberi jawaban yang bisa menjadi petunjuk.

prisoners-movie-image

Menganggap polisi tidak bekerja semestinya, Keller menempuh cara ekstrem tanpa diketahui keluarga, untuk menemukan putrinya. Dia menculik Alex, mengurungnya di sebuah rumah kosong, dan menyiksanya secara brutal untuk mengorek keterangan.

Sementara itu, Loki terus melakukan penyelidikan dengan mengembangkan kasus ke berbagai kemungkinan. Dia menemukan kasus serupa pernah terjadi di daerah itu, lebih dari 20 tahun lalu. Bocah yang diculik dan pelakunya sampai sekarang tidak ditemukan. Satu temuan ini membawanya pada temuan lain yang lebih besar.

Prisoners berlanjut dengan twisttwist cerdas, provokatif, dan meliuk-liukkan emosi. Berlatar belakang ujung musim gugur yang dingin di tepi hutan Pennsylvania, film berdurasi hampir 2,5 jam itu disuguhkan dengan ketegangan terjaga dan tidak terkesan berpanjang-panjang.

Peran Hugh Jackman kali ini sebagai ayah yang panik dan hampir kehilangan akal sehat saat berpacu dengan waktu untuk menemukan putrinya yang diculik. Karakter sebagai Keller disebut-sebut mengungguli penampilannya sebagai Jean Valjean di Les Miserables (2012).

Dengan pesona yang sama kuat, Jake Gyllenhaal membawa kedalaman baru pada karakter Loki, detektif pendiam dan penyendiri yang dia mainkan dengan sangat bagus. Loki sedang berjuang dengan masalah pribadi ketika kasus penculikan Anne dan Joy datang.

Film yang mengangkat cerita tentang anak hilang memang banyak, tapi hanya sedikit yang menggarapnya sebagus Denis Villeneuve, sutradara drama dari Kanada. Dia membuat thriller yang memaksa penonton untuk terus menebak-nebak apakah dua bocah ini masih hidup atau sudah mati? Siapa sebenarnya yang menculik? Siapa Alex? Jika ada orang lain yang terlibat, siapa?

Jawaban atas semua pertanyaan itu disimpan rapi hingga dibuka bersamaan di bagian akhir. Dan dalam beberapa bulan ke depan, semoga kita dengar “Prisoners” diucapkan di panggung Golden Globe dan Oscar 2014.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 98, 14 – 20 Oktober 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s