Pesona Marilyn tanpa Desah dan Kerling

Image

Bintang seksi Marilyn Monroe punya sisi kelam yang tak nampak di depan kilau lampu sorot. Pada seorang anak muda dia bercerita.

Oleh Silvia Galikano

Judul: My Week with Marilyn

Kategori: Biografi, drama

Sutradara: Simon Curtis

Penulis: Adrian Hodges, Colin Clark (books)

Pemain: Michelle Williams, Eddie Redmayne, dan Kenneth Branagh

Durasi: 99 menit

Colin Clark (Eddie Redmayne) pemuda berusia 23 tahun dari keluarga tajir Inggris, pergi ke London untuk wawancara kerja di sebuah rumah produksi. Rumah produksi itu akan menggarap The Prince and the Showgirl yang disutradarai Laurence Olivier (Kenneth Branagh). Selain sebagai sutradara, Laurence juga jadi pemeran utama di film komedi ringan itu. Dan yang akan jadi bintangnya adalah si seksi dari Hollywood, Marilyn Monroe (Michelle Williams).

Posisi resmi Colin adalah asisten ke-3 sutradara. Kerjanya serabutan. Dari membuatkan teh untuk Laurence, mencarikan nomor telepon, sampai mencarikan tempat tinggal yang bagus untuk Marilyn selama masa syuting di London.

Marilyn datang bersama suami ketiganya yang baru tiga pekan dinikahi, Arthur Miller, seorang penulis naskah drama. Selain itu, ikut pula pelatih aktingnya, Paula Strasberg (Zoë Wanamaker). Maka bertambah satu lagi tugas Colin, yakni tidak boleh jauh dari Marilyn, ke mana pun dia pergi.

Mariyln tetaplah bintang di lokasi syuting meski datang hampir selalu terlambat, kondisi emosionalnya tidak stabil, dan berkali-kali tidak hafal dialog. Tidak jarang juga dia tiba-tiba meninggalkan lokasi karena merasa tidak nyaman dengan Laurence yang kerap senewen. Kalau sudah begini, hanya dua hal yang bisa menenangkannya, yakni bujukan Paula dan pil tidur.

Karena tugasnya sebagai “mata-mata”, semua peristiwa ini disaksikan Colin. Dia ikut terbirit-birit ketika Marilyn meninggalkan lokasi syuting, terhenyak ketika Judy membujuknya sambil berlutut dan mengatakan betapa Marilyn seorang bintang besar dengan akting menawan, serta tak bisa menyembunyikan ibanya melihat Marilyn pada tengah malam menangis dan tak mampu diredakan suaminya.

Colin menemukan sisi lain Marilyn, bukan sekadar perempuan seksi yang bicara mendesah demi memikat laki-laki. Dia menemukan perempuan rapuh yang tidak pernah kenal ayah kandung dan hidup berpindah-pindah panti asuhan karena ibunya masuk rumah sakit jiwa. Sebab itulah foto ibunya dia sandingkan dengan foto Abraham Lincoln. “Aku tidak tahu siapa ayahku, bisa saja dia kan?”

Kedekatan antara Colin dan Marilyn menumbuhkan rasa sayang di antara keduanya. Colin juga jadi satu-satunya kru yang Marilyn percayai sepanjang masa syuting. “Kau memata-mataiku?”// “Tidak”// Kau di pihak siapa? Laurence atau aku?”// “Kau.”

Pengalaman singkat Colin bersama Marilyn Monroe pada 1956 itu yang jadi dasar cerita My Week with Marilyn. Di film ini, Colin berfungsi sekadar jembatan yang membawa kita ke sosok Marilyn di belakang layar yang dibawakan Michelle Williams secara nyaris sempurna.

Marilyn yang manja dan centil sekaligus kalut akibat kusutnya hidup, dimainkan Michelle tanpa cela.  Michelle bukanlah bom seks seperti Marilyn, tapi bukankah memang bukan sisi keseksian yang diangkat di sini?

Lawan main Marilyn, Laurence, ternyata menyembunyikan obsesi tersendiri pada Marilyn yang dia samarkan dalam bentuk senewen berkepanjangan. Insecurity terhadap usia dan karier yang sangat dipaham istrinya, Vivian Leigh (Julie Ormond).

Yang juga apik adalah akting Judi Dench sebagai aktris Dame Sybil Thorndike, pemeran pendukung The Prince and the Showgirl. Dialah oase ramah di tengah lokasi syuting yang penuh teriakan. Kesenioran Sybil tampak saat menenangkan Marilyn yang gugup berakting di bawah pelototan Laurence, “Tak ada satupun dari kita yang tahu bagaimana berakting di depan kamera, tapi Anda tahu.”

Walau diidentikkan dengan pemeo satire “pirang dan bodoh”, tak banyak yang memperhatikan bahwa di balik kejenakaanlah tersimpan kecerdasan Marilyn. Perhatikan komentarnya saat melihat sketsa seorang putri istana, karya seni berusia 400 tahun, “Andai saja saya secantik itu saat berusia 400 tahun.”

My Week with Marilyn menyuguhkan bintang ini sebagai cewek sebelah rumah. Tak akan dijumpai desahan, kerling, dan goyang pinggul yang dieksploitasi habis-habisan dan cenderung murahan.

***

Dimuat di Majalah Detik edisi 18, 2-8 April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s