Flamenco & Sebuah Jalan Baru

101 flamenco

Tari flamenco yang berusia ratusan tahun diberi nafas baru mengikuti perkembangan zaman. Ada unsur kebebasan ditiupkan. Keanggunannya tak terusik.

Oleh Silvia Galikano

Spanyol mini dalam bentuk tercantiknya hadir melalui repertoar demi repertoar flamenco yang energik. Duet Úrsula López dan Christian Lozano menghangatkan malam Jakarta yang sejak petang disiram hujan.

Lewat tajuk Abriendo Caminos (Membuka Jalan Baru), Ursula Lopez Dance Company menampilkan enam repertoar flamenco kontemporer di  Gedung Kesenian Jakarta pada 29 Oktober 2013. Ditingkahi ketukan kastanyet, petikan gitar, lagu-lagu dan busana indah, maka ungkapan sedih, marah, dan cinta terkespresikan sempurna di entakan anggun dan gemulai tangan penari.

Intro gitar yang dimainkan Tino van der Sman membuka Negro Alcaidesa (Malagueña) selama beberapa saat. Lalu masuk vokal bertenaga oleh Vicente Gelo dan tepukan cajón Raúl Domínguez. Úrsula López dan Christian Lozano kemudian muncul di panggung dalam kostum hitam. Musik menderap, langkah  Úrsula dan Christian mengikuti dalam ketukan 7/8.

Inilah flamenco, ungkapan saripati passion seni yang lahir di sudut selatan Spanyol, Andalusia. Andalusia (sekarang berbentuk komunitas otonomi) dikenal akan kekayaan alamnya. Punya hamparan kebun anggur hingga kebun zaitun, pegunungan bersalju hingga bukit pasir, pantai yang hangat hingga kuda cantik, seni berkelas hingga kekhasan interior warna tanah. Jangan dilupakan, kecantikan perempuan Andalusia yang diceritakan dari mulut ke mulut oleh saudagar dan pelaut abad lampau.

Flamenco yang awalnya dimainkan saat berkumpul dengan keluarga atau teman, berkembang jadi sebuah tontonan, bahkan sejak 1954 dipelajari khusus di perguruan tinggi, diberi nama flamencologi. Musik dan tari yang punya pengaruh India dan Arab ini dari masa ke masa mengalami evolusi sesuai perkembangan zaman.

Úrsula López adalah solois selama delapan tahun di Compañía Andaluza de Danza (1996) dan sudah tampil di banyak festival penting dunia. Dia juga jadi penari utama di sejumlah kelompok flamenco.

Pada 2007, Úrsula membuat perusahaan flamenco-nya sendiri, Ursula Lopez Dance Company, dan duduk sebagai direktur serta koreografer. Dia mengkreasikan flamenco kontemporer, memadukan berbagai gaya klasik flamenco (palos) dengan macam-macam unsur baru yang memberi rasa bebas.

“Yang menggabungkan semua adalah musik,” ujar Úrsula seusai pentas, “Tidak ada sejarah di baliknya. Inspirasinya dari semua yang saya pelajari saat belajar menari.” Perempuan kelahiran Montilla, Cordoba pada 1976 itu sudah menari sejak berumur 8 tahun.

Maka selain Negro Alcaidesa (Malagueña), malam itu penonton tercerahkan dengan repertoar-repertoar indah Seguirilla, Farruca del Terrible, Fadangos “Pa” El Cesto, Silencio (Soleá), hingga La Capitana (Alegría). Tepuk tangan saja rasanya kurang sebagai bentuk apresiasi untuk tampilan yang demikian indah dan berjiwa.

Dan tak heran ketika Úrsula, Christian, Tino, Vicente, dan Raúl membungkuk bersamaan sebagai tanda usainya permainan, tepuk tangan penonton tak habis-habis. Malam masih muda, di luar hujan belum reda benar.

Kelimanya kemudian maju ke bibir panggung, nyaris tak berjarak dengan penonton. Lantas tanpa mik, Vicente menyanyi diiringi gitar Tino. Ursula dan Christian menari dengan langkah-langkah kecil. Bahkan kali ini, Raul yang dari tadi hanya duduk menepuk cajón, sekarang mempertontonkan kebisaannya menari. Tak ayal, tepuk tangan penonton kali ini untuk Raul. Demikianlah Fin de Fiesta (penutup pesta) yang menguatkan keberadaan flamenco sebagai tari rakyat, berbaur akrab tak berbatas.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 101, 4-10 November 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s