Di Padang Gandum Osage County

osage county

Sebuah keluarga berkumpul lagi saat ayah mereka meninggal. Peristiwa sekali seumur hidup ini membuka rahasia puluhan tahun masing-masing anggota keluarga.

Oleh Silvia Galikano

Judul: August: Osage County
Genre: Drama
Sutradara: John Wells
Skenario: Tracy Letts
Produksi: The Weinstein Company
Pemain: Meryl Streep, Dermot Mulroney, Julia Roberts
Durasi: 2 jam 10 menit

Keluarga Weston berkumpul lagi setelah sang ibu, Violet (Meryl Streep) mengabarkan ayah mereka, Beverly Weston (Sam Shepard), hilang beberapa hari sebelumnya.

Si putri bungsu, Ivy Weston (Julianne Nicholson) yang tinggal paling dekat, jadi orang pertama yang datang. Disusul adik Violet, Mattie Fae (Margo Martindale), dan suaminya, Charlie (Chris Cooper).

Baru kemudian putri tertua, Barbara (Julia Roberts), bersama suaminya, Bill (Ewan McGregor), dan putri remaja mereka, Jean (Abigail Breslin), dari Colorado. Tak lama, muncul putri kedua, Karen (Juliette Lewis), dan tunangannya yang playboy, Steve (Dermot Mulroney), dari Miami.

Yang terakhir datang adalah anak Paman Charlie dan Bibi Mattie Fae, Little Charles (Benedict Cumberbatch), yang pemalu dan penggugup. Dia datang sangat terlambat, yakni setelah pamannya yang hilang itu ditemukan jasadnya di danau, diduga bunuh diri, dan baru saja dimakamkan.

Rumah tua yang besar dan lusuh di dataran Oklahoma selama ini hanya dihuni Beverly dan Violet. Keduanya “bersaing” gila-gilaan (mungkin juga cara menghindari satu sama lain): Beverly dengan bergelas-gelas alkohol, Violet dengan belasan pil tiap hari. Beverly yang penulis itu adalah sosok yang tenang, berbalikan dengan Violet yang keras dan kasar.

Beverly baru saja menyewa jasa Johanna (Misty Upham), perempuan Indian-Cheyenne, untuk jadi pekerja rumah tangga dan tinggal di rumah itu. Violet terlalu lemah untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga setelah sembuh dari kanker payudara dan sekarang tengah berjuang melawan kanker lidah. Belum lagi pil yang membuatnya teler sepanjang hari sepanjang malam.

Kini seluruhnya sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam pertama usai pemakaman. Violet mulai memuntahkan peluru pertamanya pada Steve, tunangan Karen. Mereka berniat menikah musim panas mendatang dan sudah memesan hotel di Belize untuk bulan madu.

“Aku tidak melihat kalian bakal menikah,” kata Violet dengan nada tajam. “Hai Steve, kau pernah menikah sebelumnya? Berapa kali? Tiga? Tuh kan betul, dia pernah menikah. Kelihatan.”

Peluru berikutnya ke Barbara dan Jean yang pernikahannya selama ini baik-baik saja. “Kalian sudah berpisah? Atau malah sudah cerai?”

Sedangkan ke bungsu Ivy sudah dari hari pertama datang. Sambil membereskan kamar ibunya, Ivy diberondong kalimat sinis, “Rambut diluruskan, bahu jatuh, tidak dandan, nanti kau dikira lesbian. Tidak ada laki-laki yang mau.”

Demikianlah tiap hari satu demi satu rahasia di keluarga ini terbuka. Rahasia semuanya, termasuk rahasia Violet yang selama ini tidak pernah dia ceritakan.

August: Osage County awalnya adalah drama panggung, juga ditulis Tracy Letts yang jadi penulis skenario film ini. Letts memotong banyak bagian hingga jadi durasi 130 menit dan mempertahankan sebagian besar komedi gelapnya. Kisah ini merupakan pengingat akan kuatnya ikatan keluarga melalui narasi yang dalam, tajam, lucu dengan segala absurditasnya, sekaligus sedih.

Sutradara John Wells (The Company Men) berhasil mengumpulkan para aktor jempolan di dalam satu film. Satu film! Meryl Streep, Julia Roberts, Juliette Lewis, Sam Shepard, Ewan McGregor, Benedict Cumberbatch, Dermot Mulroney, Chris Cooper, Julianne Nicholson, Margo Martindale, dan Abigail Breslin.

Sutradara lain memang kerap menggunakan sederet aktor terkenal semata-mata ingin menarik penonton, tapi dalam kasus ini keputusan pemilihan pemain sepenuhnya ditentukan naskah.

Dan terbukti, ketika seluruh keluarga Weston berkumpul di meja makan dan saling memuntahkan penyesalan mereka di masa lalu, penonton dapat menyaksikan wujud paling murni dari apa arti kerja tim dalam akting. Pernyataan yang nampak sepele dari satu karakter ternyata adalah bagian dari dialog keseluruhan, ibarat sebuah simfoni dengan repertoar lelucon sinis, penyesalan, dan kemarahan.

Adu akting yang demikian intens antara Meryl Streep dan Julia Roberts dalam beberapa adegan merupakan bagian paling kuat dari film ini. Akting Streep mengagumkan sebagai Violet yang berambut pendek dan jarang (untuk acara resmi dia mengenakan wig), merokok seperti naga, menyimpan rahasia bertahun-tahun, dan tahu kapan harus melontarkan anak panah beracun pada orang yang tepat.

Sebagai Barbara yang pemarah, Roberts kali ini tampil muram dan tak memasang senyuman maut yang jadi trademark-nya. Karakter Barbara bisa dibilang paling menarik. Dia telah berevolusi jadi sama pemarahnya dengan Violet dan jadi lawan yang setara bagi ibunya itu.

Tak ada penampilan yang lemah di antara deretan aktor itu. Andaipun musti diambil catatan hanyalah Cumberbatch sebagai Little Charles yang kurang tepat karena terlalu ganteng sebagai pria penggugup yang selalu ketakutan di hadapan ibunya.

Wells pernah berkata aktris-aktor di filmnya ini benar-benar siap untuk peran yang sangat tidak glamor, tanpa riasan, dan menantang secara emosional. Streep, Roberts, dan seluruh pemain berakting untuk hidup mereka. Pertarungan mereka di layar adalah contoh sempurna apa itu akting (dan film).

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 140, 4-10 Agustus 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s