Jalan Panjang Seorang Veteran

railway man

Demi menyelesaikan dendam masa lalu, Eric menemui orang yang dulu menyiksanya. Namun penyelesaian yang ditempuh di luar dugaan.

Oleh Silvia Galikano

Judul: The Railway Man
Genre: Biography | Drama
Sutradara: Jonathan Teplitzky
Skenario: Frank Cottrell Boyce, Andy Paterson
Produksi: The Weinstein Company
Pemain: Colin Firth, Nicole Kidman, Stellan Skarsgård
Durasi: 1 jam 56 menit

Setelah Perang Dunia II berakhir, Eric (Colin Firth) tak lagi sama. Selama perang, dia masih bisa bercanda dengan koleganya, sesama tentara Inggris yang ditempatkan di Singapura. Namun ketika Inggris takluk pada Jepang, seluruh tentara Inggris di daerah taklukan Jepang jadi tawanan perang.

Mereka dibawa ke kamp tahanan Kanchanaburi, Thailand, dijadikan romusha membangun jalur kereta api Burma-Thailand. Namun karena tugas Eric sebelumnya sebagai petugas telegraf, maka kini dia tidak perlu menjalani kerja paksa seperti tentara Inggris lainnya. Dia ditugaskan kembali sebagai petugas telegraf meski statusnya tetap tawanan perang.

Eric penggemar kereta api. Selain tahu seluk beluk kereta, dia sangat hafal jalur dan jadwal kereta di Inggris, sudah menelusuri setiap jalurnya, dan mengenal kota-kota yang dilewati. Hobinya tak berkurang meski kini ditugaskan di kawasan perang. Membaca peta jalur kereta di tempat baru jadi keasyikan barunya.

Suatu hari, Eric dan Finlay (Sam Reid) menemukan sebuah radio rusak. Cepat-cepat mereka menyembunyikan radio itu untuk diperbaiki secara diam-diam pada malamnya. Dari radio yang akhirnya dapat diperbaiki itulah mereka mendengar siaran berita BBC yang menyebut Jepang sudah terdesak dan hampir menyerah pada Sekutu. Kabar ini mereka sebarkan secara berbisik-bisik ke tentara Inggris lain di kamp tahanan.

Baru beberapa hari Eric dan kawan-kawan akhirnya terhubung ke dunia luar melalui siaran BBC, tentara Jepang menemukan radio mereka. Radio disita, orang-orangnya dimasukkan dalam sel isolasi.

Eric, yang dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab, menjalani penyiksaan demi penyiksaan tak terperi. Dari yang “hanya” digebuk pakai bambu, diseret mobil jeep dengan kondisi tangan terikat, dicabut kuku-kukunya, hingga digelonggong. Tujuannya agar dia buka mulut tentang informasi apa saja yang dia dengar dari BBC. Seluruh informasi. Termasuk yang dia simpan terus bahwa Jepang sudah kalah di beberapa tempat.

Tanya jawabnya dengan komandan Jepang dimediasi penerjemah dari tentara Jepang Takeshi Nagase (Tanroh Ishida). Kerap Takeshi tidak cukup hanya duduk menerjemahkan pertanyaan komandannya dan jawaban si pesakitan, melainkan ikut menyiksa Eric.

Setelah Jepang benar-benar kalah pada Sekutu, seluruh tentara Inggris dipulangkan ke negaranya. Keceriaan sudah hilang dari wajah Eric. Walau rajin berkumpul dengan sesama veteran perang di sebuah rumah minum, Eric selalu duduk menjauh dari mereka.

Namun kecintaannya pada kereta tak pernah berkurang. Dalam salah satu perjalanan naik kereta, dia duduk berhadapan dengan Patti (Nicole Kidman), perawat asal Canada yang ingin memulai hidup baru di Inggris setelah melajang lagi. Mereka terlibat obrolan hangat setelah Patti menyebut hendak pergi ke sebuah kota untuk liburan, tapi Eric menyarankan kota lain dengan penjelasan panjang lebar tentang dua kota itu. Pengetahuan Eric yang luas membuat Patti terpesona. Mereka menikah setelah beberapa kali berkencan.

Setelah pernikahan, Patti menemukan banyak kejanggalan di diri suaminya. Seringkali Eric mimpi buruk hingga terjatuh dari tempat tidur dan terbangun dengan wajah ketakutan. Pernah juga tamu di pintu dianggap tentara Jepang yang datang hendak menyiksanya.

Hingga suatu hari Finlay (Stellan Skarsgård), kawannya sesama veteran, menunjukkan sobekan surat kabar yang memuat foto Takeshi. Takeshi sekarang jadi pemandu wisata di jalur legendaris Burma-Thailand, tempat dulu dia jadi penerjemah tentara Jepang. Tempat Eric disiksa dan meninggalkan trauma hingga kini. Didukung Finlay dan Patti, Eric terbang ke perbatasan Thailand dan Burma untuk menyelesaikan gumpalan masa lalunya.

The Railway Man diangkat dari memoar Eric Lomax (wafat dalam usia 93 tahun pada 2012, persis sebelum The Railway Man rampung) yang bercerita tentang perjumpaan kembali seorang Inggris veteran Perang Dunia II dengan mantan tentara Jepang yang dulu menyiksanya.

Rasanya tak ada aktor lain yang lebih pas memainkan karakter Eric selain Colin Firth. Dia menyuguhkan sebuah master class dalam penggalian emosi bagaimana orang yang puluhan tahun memanggul dendam hingga akhirnya tiba juga masa yang dinanti-nanti untuk melampiaskan pembalasan.

“Ada kalanya kebencian harus dihentikan,” kata Eric di hadapan Takeshi, sebuah adegan yang sangat emosional. Kekuatan dan kemampuan Eric mengatasi lukanya memberikan kelok-kelok apik pada kisah yang diceritakan linear ini.

Sebaliknya, film ini kurang menggali karakter Patti hingga terasa sepi nuansa, padahal Nicole Kidman bermain luar biasa. Ya, sutradara Teplitzky tepat memilih dua aktor bintangnya. Dan akhirnya, The Railway Man bukan hanya berhasil membuat adaptasi sebuah memoar, tapi juga menumbuhkan empati penonton tanpa terjun bebas jadi melodrama standar.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 133, 16-22 Juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s