Oh Captain! My Captain!

20140818_MajalahDetik_142_102 copy

Kematian Robin Williams mengejutkan dunia. Dia meninggalkan banyak karya inspiratif serta menciptakan diskusi panjang tentang kaitan komedian dengan depresi.

Oleh Silvia Galikano

Hollywood tak akan pernah sama lagi.

Dunia kehilangan Robin Williams, komedian besar dengan multibakat. Dia ditemukan tak bernyawa pada Senin, 11 Agustus 2014 di rumahnya di Tiburon, utara San Francisco, Amerika Serikat. Usianya 63 tahun.

Sehari kemudian, Kantor Sheriff Marin County memberi pernyataan dalam konferensi pers, Robin Williams meninggal akibat asfiksia (kondisi kekurangan oksigen) setelah gantung diri. Aktor tersebut juga menderita irisan “dangkal akut (acute superficial)” di pergelangan tangan. Ditemukan sebilah pisau saku di dekat jasadnya.

Pemeriksaan forensik menunjukkan tidak ada tanda-tanda perlawanan. Hasil lengkap toksikologi baru keluar dua hingga enam pekan mendatang.

Letnan Keith Boyd dari Kantor Sheriff menjelaskan Kantor Sheriff menerima telepon darurat pada Senin sekitar tengah hari waktu setempat, menyampaikan Williams tak sadar dan tak bernapas di rumahnya.

Boyd menolak menjawab apakah Williams meninggalkan catatan sebelum bunuh diri, atau apakah sebelumnya mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol. Williams diketahui sudah lama berjuang melawan ketergantungan obat dan depresi.

“Pagi ini, saya kehilangan suami dan sahabat, sementara dunia kehilangan salah satu seniman terbaik dan manusia yang baik. Saya sangat-sangat bersedih,” istri Williams, Susan Schneider, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Susan terakhir kali melihat Williams pada Minggu 10 Agustus pukul 22.30 saat hendak tidur. Keesokannya, asisten pribadi Williams curiga karena aktor tersebut tidak menjawab ketika dia mengetuk pintu kamar tidur.

Begitu masuk kamar, sang asisten menemukan Williams “berpakaian dalam posisi duduk, tidak merespon, dengan seutas sabuk di sekeliling lehernya,” kata Letnan Boyd. Robin Williams dinyatakan meninggal selepas tengah hari pada Senin.

Di luar rumah keluarga itu, penggemar meletakkan karangan bunga dan catatan. Tetangga mengenang Robin Williams sebagai pria ramah yang sering tampak sedang bersepeda dan melambaikan tangan ke anak-anak di jalan.

“Seperti bukan selebriti,” kata Sonja Conti, tetangganya. Williams kerap bertanya tentang anjing piaraan Coni, bahkan memberinya nama panggilan Dude. “Dia pria biasa yang baik. Orang-orang meninggalkannya sendiri.”

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan untuk aktor multibakat itu. Tak kurang Presiden AS Barack Obama mengenang Williams dengan beragam perannya: “Robin Williams adalah seorang penyiar, dokter, jin, pengasuh, presiden, profesor, Peter Pan, dan macam-macam lagi. Dia unik. Keluarga Obama menyampaikan duka cita ke keluarga Robin, kawan-kawannya, dan setiap orang yang merasa diwakili dan berterima kasih untuk Robin Williams.”

Koleganya di Hollywood berduka akibat kehilangan salah satu komedian paling kreatif. “Robin adalah komedian jenius seperti guntur,” ujar Steven Spielberg, sutradara Hook (1991) yang dibintangi Williams sebagai Peter Pan.

Kematiannya juga memberi pukulan mendalam bagi komunitas seniman lokal, jauh dari keriuhan Hollywood. Salah satunya seperti diucapkan Executive Artistic Director Throckmorton Theater Lucy Mercer, “Dia mencontohkan apa arti rendah hati.”

Throckmorton Theatre adalah gedung kecil dekat rumahWilliams, tempat sang aktor kerap mencoba materi baru. “Dia menyiram kami dengan cahaya cinta dan nilai positif serta tidak meminta imbalan apa pun.”

Putrinya, Zelda Williams yang belum lama ini merayakan ulang tahun ke-25, di akun Twitternya memposting kutipan Little Prince (judul asli Le Petit Prince) karya penyair asal Prancis, Antoine de Saint-Exupery.

“You — you alone will have the stars as no one else has them… In one of the stars I shall be living. In one of them I shall be laughing. And so it will be as if all the stars were laughing, when you look at the sky at night … You — only you — will have stars that can laugh.”

Lalu menambahkan, “I love you. I miss you. I’ll try to keep looking up.”

Pesona komedian itu merentang generasi dan genre. Dari genre film keluarga sebagai pengisi suara Genie di film Aladdin (1992) hingga terapis yang kebapakan dalam drama Good Will Hunting (1997), yang membuatnya mendapatkan Oscar. Satu-satunya Oscar yang pernah dia dapat.

Aktor bernama lengkap Robin McLaurin Williams ini lahir di Chicago pada 1951 dan besar di pinggiran Detroit. Dia memperkenalkan gaya dan ekspresi gembira khas kekanak-kanakan dalam serial komedi televisi Mork & Mindy (1978-1982). Karakternya adalah Mork, sosok aneh dari luar angkasa yang punya salam khas “Nano nano” yang diucapkan dengan suara sengau.

Sepanjang kariernya, Williams mendapat empat nominasi Academi Award. Nominasi pertama dalam peran Adrian Cronauer, penyiar radio di Angkatan Darat AS saat Perang Vietnam, di film Good Morning, Vietnam (1987). Nominasi kedua dari Dead Poets Society (1990) dan The Fisher King (1991).

Carpe diem” yang asalnya puisi dalam buku Odes karya pujangga Latin Horace pada 23 SM dan “Oh Captain! My Captain!” dari puisi Walt Whitman tentang Abraham Lincoln adalah kalimat yang berkali-kali muncul dalam Dead Poets Society bahkan identik dengan film ini.

Carpe diem. Seize the day, Boys. Make your lives extraordinary.”

Meski begitu, banyak yang mengenang master impresi itu sebagai sosok lembut pengasuh anak asal Inggris dalam Mrs Doubtfire (1993). Dia memerankan suami yang bercerai dan terpaksa menyamar jadi pengasuh agar bisa bertemu anak-anaknya.

Karya terakhirnya di komedi adalah The Crazy Ones yang tayang di televisi CBS. Acara ini dihentikan pada Mei 2014 setelah satu season ketika Williams masuk pusat rehabilitasi. Perwakilannya saat itu mengatakan Williams masuk rehabilitasi bukan karena menggunakan obat-obatan atau alkohol tapi sekadar menjaganya tetap berkonsentrasi akibat tuntutan jadwal kerja.

Film Williams yang akan muncul adalah Night at the Museum: Secret of the Tomb, memerankan patung Teddy Roosevelt yang hidup lagi pada malam hari, serta komedi untuk musim liburan Merry Friggin’ Christmas. Dia juga sedang mempertimbangkan untuk ambil bagian dalam sekuel Mrs Doubtfire.

Williams tiga kali menikah. Yang terakhir, yakni pada 2011, dengan Schneider. Dari tiga kali pernikahan, Williams mendapat tiga anak, yakni Zachary (31), Zelda (25), dan Cody (23).

Dalam wawancara dengan Reuters pada 2009, aktor tersebut mengatakan anak-anaknya kerap menghubungkan masalahnya dengan alkohol ketika dia mengingatkan perilaku anak-anaknya yang keliru.

“Mereka pergi, ‘Dan kau kumat mabuk-mabukan selama tiga tahun.’ Ah terima kasih sudah mengingatkan itu lagi, makhluk-makhluk kecilku yang bahagia,” kata Williams.

Aktor ini belakangan menderita depresi berat. Publisisnya, Mara Buxbaum, menyebut sang aktor beberapa kali bercerita tentang upayanya melawan kecanduan alkohol.

Tak pernah ada yang mengira kabar yang menyebar cepat pada Senin siang itu. Masih mengejutkan walau telah beberapa hari.

Sang Kapten sudah melanjutkan perjalanan. Karya-karya tetap menginspirasi dan kenangan kita tetap hidup tentang kreativitas yang belum tertandingi. Warisan yang tak banyak dipunyai dunia.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 142, 18-24 Agustus 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s