Mari Jelajahi Galaksi Nolan

20141110_MajalahDetik_154_107 copy

Seorang mantan pilot NASA direkrut lagi untuk misi yang lebih besar. Dia harus mencari planet di galaksi lain yang bisa dijadikan koloni manusia.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Interstellar
Genre:  Adventure | Sci-Fi
Sutradara: Christopher Nolan
Skenario: Jonathan Nolan, Christopher Nolan
Produksi: Paramount Pictures
Pemain: Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Jessica Chastain
Durasi: 2 jam 49 menit

Tanah tak lagi dapat ditanami, kecuali oleh jagung dan okra. Ladang okra yang sedikit dan sekarat itu pun sudah jadi ladang okra terakhir. Tunas okra sudah menolak tumbuh akibat hawar yang mewabah di seluruh dunia. Badai pasir menyebabkan erosi permukaan tanah dan perlahan-lahan merusak tanah.

Populasi manusia pun menyusut tajam, menuju kepunahan. Generasi anak-anak nampaknya jadi generasi terakhir yang bertahan.

Petani tak lagi punya pilihan selain bertani jagung, seperti yang dilakukan Cooper (Matthew McConaughey). Setelah istrinya meninggal, dia hidup bersama dua anaknya, Tom (Timothée Chalamet) dan Murph (Mackenzie Foy), serta ayahnya (John Lithgow) di tengah ladang jagung. Mengurus ladang, membersihkan tumpukan debu di teras rumah, mengantar jemput anak-anak sekolah adalah kegiatan sehari-hari Cooper.

Dalam perjalanan pulang usai menjemput anak-anak dari sekolah, sebuah drone melesat rendah di atas mobil. Segera dia tancap gas mengikuti arah drone, menciptakan kepulan debu di belakang. Mobil membelok tajam keluar dari jalan, menerabas ladang jagung.

Setir dia serahkan ke Tom. Cooper membuka laptop, dan meminta Murph mengarahkan antena ke drone. Drone dari India yang sudah terbang selama 10 tahun itu akhirnya ada dalam kendali mereka, berhasil didaratkan, dipreteli mesinnya, dan dibawa pulang untuk dipelajari. Ya, Cooper bukan sekadar petani.

Cooper adalah mantan pilot pesawat ruang angkasa NASA. Kini NASA merekrutnya lagi untuk penerbangan antargalaksi, melanjutkan tugas ilmuwan sebelumnya mencari planet lain di galaksi lain yang memungkinkan jadi koloni manusia. “Galaksi lain? Saya ini tidak pernah keluar dari stratosfer.” Kepala NASA, Dr. Brand (Michael Caine), segera menjawab, “Ya, ilmuwan di sini malah tidak pernah keluar dari ruang simulator.”

Menurut Dr. Brand, di dekat Saturnus, ilmuwan menemukan gejala-gejala yang bisa jadi satu-satunya harapan manusia melewati “lubang cacing” untuk menembus galaksi lain. Lubang cacing ibarat simpang banyak sekaligus jalan tembus yang menyingkat jarak perjalanan antarplanet.

Dengan berat hati Cooper menerima tugas itu walau artinya dia harus berpisah dari anak-anak selama entah berapa lama. Dia menitipkan Murph, yang punya minat besar pada astronomi, ke Dr. Brand.

Pesawat luar angkasa yang dia kendalikan menuju Saturnus bernama Endurance. Di dalamnya ada ilmuwan planet Amelia Brand (Anne Hathaway) yang juga putri Dr. Brand, astrofisikawan Romilly (David Gyasi), dan kopilot Doyle (Wes Bentley). Di situ juga ada sepasang robot ramah berbentuk monolit, CASE dan TARS (boneka hidrolik yang dioperasikan aktor dan badut Bill Irwin).

Jika ada yang mengeluhkan langkanya naskah asli dalam pasar film saat ini yang didominasi film-film adaptasi, remake, sekuel, maka silakan bergembira dengan dirilisnya Interstellar. Film epik garapan Christopher Nolan ini mendasarkan ceritanya pada sci-fi metafisika yang original meski satu dua adegan mereferensi ke film lain.

Misal adegan kebut-kebutan mobil di ladang jagung merupakan klimaks North by Northwest (1959). Plotnya, tentang sekelompok astronot yang dikirim ke luar angkasa untuk menyelidiki anomali misterius, secara eksplisit mengingatkan kita pada 2001: A Space Odyssey (1968). Lalu, penggunaan efek khusus untuk mengkomunikasikan pergeseran persepsi secara radikal ada di The Matrix (1999).

Walau demikian, Interstellar meninju dengan caranya sendiri dan belum ditemukan bandingannya. Membuat cerita tentang keluarga petani yang terentang selama satu abad dan melibatkan luar angkasa, itu juga ide brilian. Pun cerita filosofis serius tentang kematian manusia dan konsep waktu.

Walau Interstellar bukan film terbaik Nolan, ada banyak kualitas yang jadi kekuatan film ini, yakni visualnya mengagumkan, adegan action skala besarnya dibuat dengan gerakan semulus balet, dan para pemain (khususnya pria) menyuguhkan penampilan kuat dan mengesankan. McConaughey jadi pahlawan eksistensial yang gagah, yang memikul tugas kemanusiaan demi menyelamatkan generasi anak-cucunya dari kepunahan.

Jessica Chastain terasa overqualified memerankan Murph dewasa, sebaliknya, Anne Hathaway tetap sulit lepas dari citra princess-nya. Ada kesan karakter yang Hathaway mainkan menyimpan kisah cinta pedih di masa lalu tapi hingga film berakhir tak juga tergali.

Jangan dilupakan, ada bintang yang namanya tak muncul di credit film, yakni Endurance, pesawat luar angkasa yang rumit, yang membawa para penjelajahnya ke galaksi-galaksi baru.

Nolan dan desainer produksi Nathan Crowley butuh waktu berbulan-bulan membuat desain awal Endurance, berdasar pada pesawat luar angkasa yang ada sekarang. Desain awal ini kemudian disempurnakan tim Interstellar, termasuk oleh astronot Marsha Ivins yang memberi masukan detail pada beberapa aspek, seperti sistem pendaratan pesawat di stasiun luar angkasa.

Selain itu, Nolan membangun seluruh bagian interior modul cincin dan tampilan mengesankan benda langit. Planet-planet yang tampak berserakan di layar itu ada juga di set. Beda dengan efek green-screen yang biasanya planet-planet itu ditambahkan belakangan. Jadi ketika adegan pemain berada di dalam pesawat luar angkasa, artinya mereka memang sedang di dalam pesawat.

Ada banyak lagi genre yang cocok disematkan ke Interstellar selain adventure dan sci-fi, atau malah genre baru yang lahir dari pertanyaan-pertanyaan di film ini, seperti apa itu hukum semesta dan hubungannya dengan kemanusiaan? Mengapa pula harus diungkapkan? Satu lagi, rasa visual dan spasialnya membangkitkan lagi kegembiraan yang lama bersembunyi, dulu pernah menari-nari di mimpi kanak-kanak.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 154, 10-16 November 2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s