Paddington Masuk Kota

paddington

Dari hutan di pedalaman Peru, seekor beruang muda tersasar di riuhnya London. Ternyata kehidupan kota tak seramah sangkaannya.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Paddington
Genre:  Comedy | Family
Sutradara: Paul King
Skenario: Paul King
Produksi: Weinstein
Pemain: Hugh Bonneville, Sally Hawkins, Julie Walters
Durasi: 1 jam 35 menit

Gempa bumi hebat mengguncang kampung halamannya di hutan perawan di pedalaman Peru. Seekor beruang muda (diisisuarakan Ben Whishaw) dan Bibi Lucy (diisissuarakan Imelda Staunton) berhasil menyelamatkan diri, masuk ke lubang persembunyian. Namun Paman Pastuzo (diisisuarakan Michael Gambon) tak berhasil mencapai lubang persembunyian, di tengah jalan tertimpa pohon besar yang roboh. Hanya topi merah milik Paman yang ditemukan.

Setelah gempa reda, si beruang muda dan Bibi Lucy menemukan rumah mereka hancur. Menurut Bibi, hutan ini sudah tak layak huni. Dia akan tinggal di rumah jompo beruang dan meminta keponakannya pergi ke London, mencari seorang penjelajah yang dulu sekali pernah menemui Bibi dan Paman di dalam hutan. Penjelajah asal London itu hanya meninggalkan topi merah yang kemudian dikenakan Paman.

Bibi Lucy dan Paman Pastuzo selalu menyimpan keinginan membalas kunjungan si penjelajah tapi puluhan tahun berlalu, keinginan itu tak kunjung terwujud. Sekarang saatnya, dan orang -atau beruang- yang tepat adalah sang keponakan yang masih muda dan bugar.

Berbekal selai jeruk berbotol-botol buatan Bibi dan topi merah milik Paman, beruang muda berangkat dengan jadi penumpang gelap kapal barang. Sepanjang pelayaran dia bersembunyi di dalam sekoci, lalu sempat masuk dalam tas kanvas bersama surat-surat milik Pos Inggris, akhirnya si beruang coklat ini sampai di stasiun kereta api London.

Dia duduk beralaskan koper di peron depan kantor Lost and Found berharap ada yang akan memeliharanya. Namun hingga hampir tengah malam dan stasiun sepi, tak ada yang memperhatikan keberadaanya.

Hingga lewatlah keluarga Brown. Nyonya Brown (Sally Hawkins) yang langsung jatuh iba ingin membawa beruang muda itu ke rumah. Keinginan istrinya itu ditentang Pak Brown (Hugh Bonneville) yang sangat perhitungan.

“Semalam saja, sampai dia dapat tempat yang layak,” Nyonya Brown membujuk suaminya. Ditambah lagi dua anak mereka, Judy (Madeleine Harris) dan Jonathan (Samuel Joslin), mendukung maksud ibunya. Pak Brown akhirnya membolehkan, dengan syarat hanya semalam.

Keluarga Brown kemudian memberi nama untuk si beruang muda. Tak repot-repot mendapatkannya karena persis di atas kepala si beruang terpasang plang nama stasiun tempat mereka berada, Paddington. Resmilah kini beruang bertopi merah itu bernama Paddington.

Kekacauan-kekacauan dimulai begitu Paddington menginjakkan kaki di rumah keluarga Brown. Kekacauan kocak yang mendekatkan film ini dengan penonton, sekental dan semanis selai jeruk buatan Bibi.

Siapa yang tak jatuh cinta pada Paddington? Pribadinya menyenangkan, sopan, dan lucu. Bulu coklatnya yang tebal dan mata bulatnya itu seolah-olah menggoda kita untuk memeluknya.

Karakter Paddington berasal dari buku anak-anak laris karya Michael Bond, 88 tahun, pada 1950-an yang dicirikan dengan topi merah dan mantel biru buluk serta kesukaannya makan roti yang dioles selai jeruk.

Produser David Heyman bersama sutradara Paul King membuat adaptasi filmnya dengan tetap menjaga kepribadian Paddington utuh seperti yang selama ini dikenal. Skenarionya sederhana, mengambil tema keluarga dan kasih sayang dengan rasa keinggrisan yang kuat. Bagaimana seekor beruang Peru bisa berbahasa Inggris, doyan selai jeruk, serta bagaimana bisa ada kegiatan sehari-hari, seperti pergi belanja dan mandi, ditampilkan saja sebagai fakta tanpa dipertanyakan.

Paddington terasa menyegarkan di tengah era film fantasi yang mengandalkan special effect yang “tumpah”. Penggunaan animasi komputer di Paddington tak terelakkan, tapi cuma seperlunya.

Peter Capaldi memberikan penampilan terbaiknya sebagai tetangga keluarga Brown, Pak Curry yang rasis, penuh curiga, bermata merah, dan selalu mengenakan rompi. Dia khawatir Paddington akan membuatnya terjaga sepanjang malam akibat “musik rimbanya”.

Pak Curry sejatinya romantis dan mudah jatuh cinta. Terbukti ketika dia bertemu pandang dengan kurator museum yang cantik, Millicent (Nicole Kidman), wajah licik Pak Curry berubah ramah dan tatapannya jadi hangat. Pak Curry seketika jatuh cinta pada kurator berambut pirang dan selalu mengenakan stilleto itu.

Keduanya punya misi yang saling mendukung. Pak Curry tak ingin hidupnya diganggu dengan keberadaan beruang, Millicent mengincar Paddington karena beruang ini spesies yang sangat langka dan dia ingin membuat hewan awetannya untuk diletakkan di museum.

King menggabungkan karakter Millicent sebagai pembuat hewan awetan dengan karakter Cruella de Vil si antagonis dalam 101 Dalmatians (1996) dan 102 Dalmatians (2000). Duet Kidman dan Capaldi kali ini adalah villain terbaik film anak-anak sejak Hugo (2011) garapan Martin Scorsese, walau karakter licik Millicent bisa lumayan merepotkan orang tua dalam menjawab pertanyaan anak-anak yang kritis.

Di antara Pak Brown yang penuh perhitungan dan Nyonya Brown yang mudah luruh hati ada perempuan tua dengan karakter komik bernama Nyonya Bird (Julie Walter). Dia sangat memperhatikan kebersihan rumah, galak sekaligus hangat, dan kuat minum rum berbotol-botol. Nyonya Bird adalah tokoh tempat “merekatnya” seluruh karakter di film ini.

Paddington bukan komedi yang asal lucu, melainkan film yang akan membuat kita tertawa sekaligus memperkaya hati. Pesannya tak pernah basi tentang jangan menolak permintaan orang asing yang butuh bantuan. Bisa juga jika ingin mengaitkannya dengan semangat Natal. Jadi, jangan lupa, masukkan jadwal menonton Paddington dalam jadwal liburan keluarga kali ini.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 28 Desember 2014 – 4 Januari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s