Kisah 4 Sahabat dan Banyak Bintang

hijab

Ingin keluar dari status “ikut suami”, empat perempuan ini membuat usaha busana muslim online. Seiring waktu, baru mereka sadari, keutuhan rumah tangga tengah dipertaruhkan.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Hijab
Sutradara: Hanung Bramantyo
Eksekutif produser: Alim Sugiantoro, Raam Punjabi, Zaskia Adya Mecca
Produser: Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil
Skenario: Rahabi Mandra, Hanung Bramantyo
Pemain: Carissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock, Ananda Omesh, Dion Wiyoko.

Tata (Tika Bravani) berjilbab untuk menutupi botak kecil di puncak kepala. Itu pun awalnya bukan jilbab yang dia kenakan, melainkan bandana. Karena si botak kecil belum juga ditumbuhi rambut hingga dia menikah dengan Zahuja Zulkarnaen atau Ujul (Omesh) yang seorang fotografer, maka sekalian dia berjilbab gaya turban.

Lain lagi dengan Bia (Carissa Putri) yang berjilbab karena terjebak seminar ESQ yang ibu pematerinya heboh dan selalu punya sesi berdoa berjamaah. Cara berdoanya tak afdol jika tak sambil menangis, mengangkat tangan tinggi-tinggi, atau sekalian bersujud.

Bia, yang hadir berkaos lengan pendek dan bercelana jeans hipster, ikut-ikutan pura-pura menangis dan mengangkat tangan tinggi-tinggi, tapi sambil menengok kanan kiri dengan pandangan “ngapain sih orang-orang ini?”. Maka ketika jamaah ESQ ini bersujud, dia pun ikut bersujud, membuat celana hipsternya makin melorot, tinggal sedikit di atas bokong, sementara di belakang sana seorang pria berbaju koko dan berjenggot sedang memvideokan acara.

Merasa salah kostum di hari pertama seminar, Bia mengenakan baju yang pas saat datang di hari ke-2, yakni berbaju muslim modis. Dia langsung disambut jerit girang si ibu pemateri yang heboh itu, “Alhamdulillah, Bia sudah mendapat hidayah.”

Sejak itu Bia mendapat julukan Si Gadis Hidayah dan kerap diundang seminar, talk-show, atau wawancara media tentang bagaimana dia sampai mendapat hidayah. Dia menikah dengan Rahmat Nur Hidayat atau Matnur (Nino Fernandez), aktor sinetron yang sedang naik daun.

Sari (Zaskia A. Mecca) yang berjilbab syar’i adalah perempuan berbakat dagang. Dia mengenal suaminya, Gamal Abdul Nasser (Mike Lucock) yang keturunan Arab, juga saat menjajaki bisnis oleh-oleh haji di Pasar Tanahabang, tempat Gamal berbisnis kurma.

Begitu menikah, Sari sepenuhnya jadi ibu rumah tangga karena Gamal kukuh bahwa kewajiban istri melayani suami dan mengurus anak. Istri bekerja itu haram karena fulus disediakan suami.

Anin (Natasha Rizky) tak berjilbab. Dia juga satu-satunya yang belum menikah walau hubungannya dengan sutradara film indie, Chaky (Dion Wiyoko) sudah lumayan lama. Melihat keadaan tiga sahabatnya itu juga yang membuat Anin enggan menikah. Dia mengenal Bia, Tata, dan Sari sejak mereka lajang dan mandiri. Anin tak habis pikir mengapa sekarang tiga sahabatnya itu jadi berstatus “ikut suami” dan tak berdaya dengan pilihan-pilihan mereka sendiri.

Empat perempuan ini bersahabat, sering bertemu, dan punya acara rutin arisan yang biasanya dihadiri para suami dan pacar juga. Setiap kali arisan, para suami dan pacar pula yang membayar uang arisannya, walau dengan berat hati. Hingga suatu hari, Gamal nyeletuk, “Semua arisan ibu-ibu sebenarnya arisan suami, karena duitnya dari suami.” Celetukan yang niatnya bergurau itu pun membuat suasana arisan serbacanggung.

Dalam sebuah obrolan empat sahabat ini, Tata mencetuskan membuat usaha bersama agar bisa mandiri secara keuangan seperti dulu. Usulan yang disambut hangat Sari, Bia, dan Anin itu melahirkan bisnis busana muslimah online. Agar berjalan mulus, mereka sepakat merahasiakan usaha tersebut dari para suami.

Masalah muncul ketika bisnis berkembang pesat, dari penjualan secara online kini punya butik, dan makin sering kucing-kucingan keluar rumah. Para suami pun mulai curiga. Rumah tangga mereka sedang dalam bahaya.

Hijab tak jumawa mengklaim sebagai film religi yang karakter utamanya, jika perempuan, pasti lemah lembut, bersuara halus, dan tiap sebentar mengucap “Alhamdulillah” atau “Astaghfirullah hal adzim”. Si perempuan lemah lembut ini berpacaran, eh taaruf, dengan pria tampan yang tersinari hatinya oleh perempuan saleha ini. Tipikal sekali.

Hijab adalah drama komedi yang mengangkat tema tentang jilbab. Bukan untuk mengkhotbahi perempuan muslim, melainkan menyuguhkan fenomena terbaru Indonesia, yakni perempuan berjilbab dalam setiap event dan berkembangnya komunitas hijabers (sebutan untuk pemakai hijab/jilbab) di berbagai wilayah Indonesia.

Artinya, ini pasar yang besar. Duit yang banyak. Bloomberg melansir, nilai transaksi Indonesia di bidang busana muslim mencapai Rp90 triliun. Indonesia diperkirakan jadi trendsetter untuk fashion hijab secara global pada 2020 dan Jakarta akan menjadi pusatnya karena memiliki berbagai keunikan serta ciri khas yang tak bisa ditiru. Sebuah tren yang menciptakan pasar yang tak disia-siakan oleh empat perempuan karakter utama kita itu.

“Hijab tak sekadar pakaian yang menunjukkan identitas dan bentuk ketakwaan, tapi juga kultural. Di situ kita temui kelucuan dan ironi,” ujar Hanung saat premier film Hijab di Jakarta pada 13 Januari 2015.

Ini adalah garapan pertama Dapur Film, rumah produksi milik Hanung, dengan waktu produksi 23 hari, yakni dari 17 September 2014 hingga 13 November 2014.

Aktris dan aktornya bermain rileks dengan chemistry antarpemain yang terbangun secara bagus. Kelucuan yang alami hadir di sana-sini. Kita akan dibuat kaget ketika Sari yang berjilbab syar’i itu keceplosan bilang “anjrit!” waktu kaget. Mike Lucock tak kurang menggelikannya memerankan pria keturunan Arab yang puritan, yang apa-apa dia anggap haram.

Yang juga istimewa dari film ini adalah munculnya sederet kameo dimainkan para aktris-aktor kawakan dan senior, yakni Rina Hassim, Jajang C. Noer, Marini Soerjosoemarno, Meriem Bellina, Mathias Muchus, Ingrid Widjanarko, dan Sophia Latjuba. Menyegarkan, tentu saja. Kali ini, Hanung jeda dulu dari membuat film yang menimbulkan kontroversi dan membuat langkah pertama yang keren lewat Dapur Film.

***
Dimuat di Majalah Detik, edisi 164, 19-25 Januari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s