Pesta Si Kutu Buku

wedding ringer

Bisnisnya jadi pengiring pengantin. Kliennya orang kota yang punya ribuan teman di Facebook tapi tak ada yang datang saat dibutuhkan.

Oleh Silvia Galikano

Judul: The Wedding Ringer
Genre:  Comedy
Sutradara: Jeremy Garelick
Skenario: Jeremy Garelick, Jay Lavender
Produksi: Sony Screen Gems
Pemain: Kevin Hart, Josh Gad, Kaley Cuoco-Sweeting
Durasi: 1 jam 41 menit
Pernikahan Doug Harris (Josh Gad) dengan Gretchen (Kaley Cuoco-Sweeting) makin dekat. Gedung, katering, baju pengantin, souvenir semua sudah siap. Paket bulan madu ke kepulauan tropis juga sudah lunas dibayar.

Saat tujuh pengiring pengantin perempuan (bridesmaids) sudah rampung mencoba gaun, tujuh pengiring pengantin pria (groomsmen)-nya malah belum ada. Belum ada satu pun orangnya, bukan bajunya.

Doug sudah menelepon semua teman, dari teman SD sampai teman kuliah, dan meminta mereka jadi pengiring, tapi tak ada yang bersedia dengan macam-macam alasan, umumnya karena mereka tak akrab. Doug baru menyadari dia sebenarnya tak punya teman.

Di tengah keputusasaan inilah Doug mendatangi Jimmy Callahan (Kevin Hart), pemilik dan CEO Best Man Inc yang jadi pendamping pengantin pria (best man) profesional.

Biasanya calon pengantin yang datang ke Jimmy hanya memesan seorang best man. Jimmy bisa tangani itu sendiri sepaket dengan foto-foto “bukti” persahabatan mereka dan pidato menyentuh saat makan malam. Jimmy akan jadi best man dengan nama palsu, latar belakang pendidikan dan keluarga palsu, serta cerita palsu bagaimana pertama kali mereka kenal.

Namun orderan dari Doug bukan hanya seorang best man, melainkan juga sepasukan groomsmen. Alhasil Jimmy membuka audisi hingga didapatlah tujuh pria dengan keunikan masing-masing, dari pria berotot tapi gagap hingga seorang keturunan Asia yang punya tiga buah zakar. Masing-masing dia beri nama dan latar belakang palsu yang harus diingat luar kepala. Jimmy sendiri punya nama palsu Bic Mitchum, seorang pendeta di kemiliteran.

Kegilaan dimulai ketika Jimmy, eh Bic, dan Doug diundang makan malam di rumah keluarga Gretchen. Bic keteteran menghadapi rentetan pertanyaan ayah Gretchen (Ken Howard) yang sejak dulu tak pernah suka pada Doug serta tatapan curiga adik Gretchen, Alison (Olivia Thirlby).

Setelah segala trik gagal, Bic terpaksa menggunakan trik nekad dengan menumpahkan semangkuk besar sup yang masih mengepul ke pangkuan Doug. Nenek (Cloris Leachman) kaget hingga terjungkal ke lantai. Lilin di meja makan pun jatuh dan membakar baju nenek. Para laki-laki yang berniat menyiram dengan cairan malah menuangkan minuman beralkohol yang membuat api berkobar makin besar dan membuat nenek harus dilarikan ke ICU.

Jeremy Gerelick membuat debut penyutradaraan lewat film komedi The Wedding Ringer, hasil kerjasama perusahaan produksi film Screen Gems dan perusahaan distribusi film Miramax. Sebelumnya, Gerelick adalah asisten sutradara dan penulis skenario.

Gerelick sudah menjual skenario film ini ke Screen Gems pada 2002 dengan judul awal The Golden Tux. Namun skenario itu kemudian disimpan saja di gudang di New Jersey bersama 18.000 kardus, hingga Disney menjual Miramax ke konsorsium keuangan pada 2010.

Pada 2011, produser Adam Fields memperoleh hak menggarap properti Miramax, termasuk The Golden Tux yang sedianya akan dibintangi Vince Vaughn, tapi dia kemudian memilih Wedding Crashers (2005). Itu sebabnya, jika diperhatikan, logo Miramax yang muncul di awal film ini adalah logo lama.

The Wedding Ringer berangkat dari pertanyaan dasar apakah punya ribuan teman di media sosial sama artinya dengan punya ribuan orang yang siap datang kapan pun dibutuhkan?

Inti cerita sederhana dengan formula komedi standar itu kemudian ditempeli beragam-ragam humor hingga menyerempet cabul, yang menjadi titik terendah film. Gerelick juga nampak terhanyut mengeksploitasi kelucuan Kevin Hart hingga menyia-nyiakan bakat Ken Howard, Mimi Rogers, dan Olivia Thirby yang dapat adegan sedikit.

Kevin Hart bicara demikian cepat, awalnya sulit diikuti, tapi lama kelamaan terbiasa juga. Kelucuannya sinting. Adegan paling keren sewaktu Doug yang berbadan bulat dan Bic menari berpasangan, dari gerakan hip hop, tango, hingga waltz. Untung porsinya agak lama.

The Wedding Ringer adalah gabungan kasarnya Bridesmaids (2011) dan The Hangover (2009), beraninya A Few Best Men (2011) dan The Wedding Crashers (2005), dan rohnya The Wedding Singer (1998).

Sebagai film komedi, debut Garelick ini lucu yang cerdik. Seru sebagai film bioskop, sangat menghibur sebagai film DVD, yang ditonton di ruang keluarga sambil ngemil keripik singkong atau bisa jeda sebentar untuk memesan bakso.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 169, 23 Februari – 1 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s