Laya Putri The Rising Star

 20150316_MajalahDetik_172_102 copy
Oleh Silvia Galikano
Java Jazz Festival 2015 memberi satu panggung untuk Laya Putri, penyanyi muda dengan kemampuan musikalitas mengagumkan. Bermain di genre pop, jazz, RnB, dan soul anak sulung mendiang Broery Pesulima dan Wanda Latuperisa itu memukau penonton dengan suara sengaunya.
 
Ayah dan Aku Jatuh Cinta yang merupakan lagu Broery, serta Something Cool yang dipopulerkan June Christy, Lullaby of Birdland milik Ella Fitzgerald, dan lagu India Arie  I Am Not My Hair  dia sapu bersih tanpa kesulitan, ditingkahi komunikasi yang asyik dengan penonton.
 
Bersama adik dan mamanya, Laya pindah ke Amerika setelah sang ayah wafat (Broery wafat pada tahun 2000 saat berusia Laya 8 tahun). Dia kemudian mulai menyanyi di acara-acara ulang tahun dan pernikahan. Walau bangga jadi anak Broery, Laya awalnya memilih tak memperkenalkan diri sebagai putri penyanyi kawakan itu dan tak menggunakan nama keluarga Pesulima.
 
Namanya mulai diperhitungkan saat menyanyikan lagu nasional Amerika, Star-Spangled Banner di acara Guinness World of Record di Washington DC, Amerika. Sejak itu Laya mulai sering diundang di acara-acara formal kenegaraan, termasuk acara yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika.
 
“Dubesnya, Pak Dino Patti Djalal, ternyata pengagum papa. Beliau sangat membantu dalam kehidupan bermusik saya di sana,” ujar Laya sebelum naik panggung Java Jazz Festival.
 
Dara bernama lengkap Nabilia Methaya Pesulima Putri ini mahir memainkan gitar dan piano. Di Amerika, dia jadi guru piano untuk anak-anak SD. Kini, dia menambah ilmunya dengan les privat ke Joy Marantika.
 
Selain itu, Laya banyak berguru pada Indra Lesmana, Tompi, dan Glenn. Yang dia maksud berguru tak lain adalah duduk di pojokan, mendengar, melihat, jika ada yang tak dimengerti, dia bertanya.  “Selain kita melihat penampilan mereka di panggung, saya bisa melihat proses mereka membuat lagu-lagu bagus hingga sebesar itu.”
 
Laya kini tengah menyiapkan album pertama. Sudah 30 lagu yang dia tulis, sebagian besar dalam bahasa Inggris, tapi belum diseleksi. Andai, yang jadi pilot project, sudah bisa diakses di Youtube. Laya berencana mengedarkan albumnya kelak secara indie, tapi belum tahu kapan. Kita doakan sama-sama ya supaya cepat selesai. 
***
Dimuat di Majalah Detik edisi 172, 16-22 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s