Skenario Ramping Penculikan Heineken

heineken

Penculikan Freddy Heineken difilmkan lagi. Nama Anthony Hopkins diharapakan ampuh menggaet penonton.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Kidnapping Mr. Heineken
Genre: Action, Crime, Drama
Sutradara: Daniel Alfredson
Skenario: William Brookfield
Produksi: Alchemy
Pemain: Jim Sturgess, Sam Worthington, Anthony Hopkins
Durasi: 1 jam 35 menit

Baron dari perusahaan bir Heineken diculik. Keluar dari rumah, Alfred “Freddy” Heineken (Anthony Hopkins) dan sopirnya, Ab Doderer (David Dencik), ditarik masuk ke dalam van oleh lima pria. Tangannya diikat ke belakang, kepalanya ditutup kain.

Setelah mobil melaju beberapa menit Freddy dan Ab dipindahkan dari van ke sedan. Dari jalan besar, sedan berbelok menyusuri jalan di sisi kanal, lalu masuk ke lorong-lorong sempit.

Ketika penutup kepala Freddy dibuka, dia mendapati dirinya berada di kamar sempit. Satu tangannya terhubungkan dengan rantai ke tembok. Ab ada di kamar seberang dalam keadaan serupa. Kamar mereka dipasang spons kedap suara sehingga tak ada suara dari luar kamar yang terdengar ke dalam, juga sebaliknya.

Lima penculik mereka adalah Cor Van Hout (Jim Sturgess) si otak penculikan, Willem Holleeder (Sam Worthington), Jan “Cat” Boellard (Ryan Kwanten), Frans “Spijkes” Meijer (Mark van Eeuwen), dan Martin “Brakes” Erkamps (Thomas Cocquerel).

Cor cs bukanlah penjahat, bukan anggota geng, bukan pelaku dunia hitam. Mereka hanya sedang dalam keadaan sulit secara keuangan. Bank baru saja menolak permohonan pinjaman mereka untuk modal usaha dengan alasan tak ada harta yang dijadikan jaminan. Bersamaan dengan itu, Sonja Holeeder (Jemima West), istri Cor yang juga adik Willem, diketahui sedang mengandung.

Cor mencetuskan ide menculik seorang terkenal yang bisa bayar tebusan banyak. Idenya didukung kawan-kawan yang lain. Nama Freddy Heineken kemudian dipilih setelah makan malam dengan ayahnya yang penyuka bir Heineken. Untuk mengongkosi penculikan dan membangun “sel”, mereka merampok bank.

Belanda geger setelah Freddy Heineken diculik. Beritanya jadi headline berhari-hari. Media berspekulasi geng kelas kakaplah penculiknya karena dilakukan secara mulus dan tak ada korban lain. Motivasinya disebut-sebut persaingan usaha.

Sepekan berlalu, Cor cs mulai khawatir sebab belum ada juga tanda-tanda uang tebusan bakal dibayar. Di luar perkiraan, Freddy tetap tenang di selnya, sama sekali tak panik, malah terkesan sedang memainkan emosi para penculiknya.

Kidnaping Mr. Heineken diangkat dari buku yang ditulis reporter kriminal ternama Belanda, Peter de Vries yang meliput kasus ini untuk koran Belanda De Telegraaf. Dia kemudian membuat dua buku, De Zaak Heineken (The Heineken Case, 1983) tentang penculikan biliuner bir Alfred Heineken dan novel De Ontvoering van Alfred Heineken (The Kidnapping of Alfred Heineken, 1987), tentang kasus ini dari perspektif Cor van Hout berdasarkan wawancara De Vries dengan Hout en Holleeder pada 1986. Dari novel inilah Kidnapping Mr.Heineken dibuat.

Penculikan Freddy Heineken sebelumnya juga pernah difilmkan, De Heineken Ontvoering (The Heineken Kidnapping, 2011), film Belanda yang dibintangi Rutger Hauer dan laku keras di negara asalnya.

Tak heran ketika muncul kabar Kidnapping Mr. Heineken dibuat, muncul juga pertanyaan, mau bikin cerita apa lagi tentang penculikan yang mempertontonkan keserakahan, ketololan, dan layak diganjar itu? Namun melihat deretan nama besar aktor yang terlibat, yakni Anthony Hopkins, Jim Sturgess, dan Sam Worthington tak urung terselip harapan ada kejutan istimewa di dalamnya.

Namun ternyata sutradara Swedia Daniel Alfredson menerjemahkan novel De Vries secara kaku dan “ramping”. Banyak twist yang disia-siakan dan narasinya nyaris datar tanpa klimaks.

Oke, film ini dari kisah nyata jadi jangan sampai ceritanya melenceng dari fakta, tapi kan Alfredson punya taman bermain yang luas di psikologis karakter-karakternya: lima amatiran yang menculik biliuner bir bernama belakang Heineken. Apalagi di situ ada Anthony Hopkins yang lekat dengan karakter Hannibal Lecter si pembunuh berantai dalam suspense Silence of the Lambs (1991), tapi ternyata keberadaannya tak dimaksimalkan.

Maka sangat disayangkan ketika Kidnapping Mr. Heineken terasa demikian “menderita”. Penonton pun tak diberi gambaran utuh pada karakter-karakternya, selain Cor-Sonja-Willem, tiga orang yang saling terhubung.

Penculikan berakhir antiklimaks. Para penculiknya yang amatiran itu sedih, bingung, dan akhirnya saling memaki. Belum lagi sebelumnya, para penculik itu sempat lupa ketika memfoto kopi surat ancaman, surat aslinya tertinggal di mesin fotokopi selama semalam. Mesin fotokopi nebeng kantor orang pula. Film ini cocoknya sekalian jadi film parodi.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 174, 30 Maret – 5 April 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s