Meluncur Antarpulau hingga Resor Apung

Sutera Harbour Marina. Foto:Silvia Galikano
Sutera Harbour Marina. Foto: Silvia Galikano

Oleh Silvia Galikano

Menempuh perjalanan sekitar 20 menit menggunakan kapal cepat dari Sutera Harbour Marina Kota Kinabalu ke arah barat, sampailah kita di Pulau Sapi, satu dari lima pulau di Tunku Abdul Rahman Park. Empat lainnya adalah Pulau Gaya (berarti Besar), Pulau Manukan (Ayam), Mamutik (Kerang), dan Sulug (Tidur). Tunku Abdul Rahman Park adalah taman nasional seluas hampir 5.000 hektare yang 2/3-nya laut.

Dermaga Pulau Sapi. Foto: Silvia Galikano
Dermaga Pulau Sapi. Foto: Silvia Galikano

Dari lima pulau yang tergabung dalam Tunku Abdul Rahman Park, hanya satu yang merupakan pulau resort, yakni Manukan. Pulau Sapi tempat kami mendarat ini, misalnya, tak ada fasilitas menginap, hanya ada penyediaan alat snorkeling. Perairan seputar Pulau Sapi adalah lokasi snorkeling dan zipline yang menghubungkan dua pulau, Pulau Sapi ke Pulau Gaya, sejauh 280 meter dengan ketinggian tali 30 meter dari permukaan air.

Peserta zipline akan dipasangi harness dan helm terlebih dahulu, baru kemudian mendaki sejauh 200 meter hingga mencapai platform. Dua petugas sudah menunggu di sana untuk mengaitkan harness ke tali baja sambil memberi beberapa tips, misalnya rileks, duduk di platform, luruskan kaki, nanti pegang gagang seperti pegang setir sepeda saja, jangan menumpukan seluruh berat badan ke situ. Karena tahu kami tegang, salah satunya berkelakar, “Jangan terjun ya, di bawah itu karang semua.”

Zipline dari Pulau Sapi ke Pulau GayaZipline dari Pulau Sapi ke Pulau Gaya. Foto: Silvia Galikano
Zipline dari Pulau Sapi ke Pulau Gaya. Foto: Silvia Galikano

Setelah semua siap, “rem” pun dilepas, dan wooohoooo… dua orang meluncur deras, 60 km/jam, air dangkal terseberangi, dan tak sampai tiga menit sudah mendarat di Pulau Gaya. Seru dan tak seseram yang ditakutkan.

Di Tunku Abdul Rahman Park juga berdiri pontoon (bangunan apung) bernama Borneo Reef World Pontoon, pontoon terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia setelah Australia. Pontoon yang beroperasi sejak 2,5 tahun lalu itu terletak di antara Pulau Gaya dan Pulau Sapi dalam posisi segitiga.

Managing Director Borneo Reef World Theresa Tham menerangkan macam-macam aktivitas air yang dapat dilakukan di sini. Dari scuba walking bagi yang belum pernah beraktivitas bawah air, snorkeling, scuba diving, kayaking, jet skiing, parasailing, banana boat, hingga scuba doo.

Pontoon. Foto: koleksi BRW.
Pontoon. Foto: koleksi BRW.

Selain itu, pontoon juga tempat memelihara ikan, dari ikan-ikan kecil hingga kerapu raksasa sepanjang 1,5 meter, guna menjaga keseimbangan alam laut karena ikan memegang peran besar bagi lingkungan.

“Orang makan ikan dalam jumlah besar. Kita ingin menikmati hidangan laut tapi tetap terjaga kelanjutannya,” ujar Theresa yang juga penyelam profesional.

Itu pula sebabnya Borneo Reef World Pontoon menyediakan Underwater Observatory Aquarium, akuarium bawah air yang menyimpan beraneka hewan laut, seperti ikan moris (Zanclus cornutus), ikan sersan mayor (Abudefduf vaigiensis), dan soldier fish (Myripristis adusta). Pengunjung tinggal turun tangga, dan tanpa perlu basah-basahan, tinggal melongok ke jendela dapat melihat ikan-ikan berenang.

Scuba walking. Foto: koleksi BRW
Scuba walking. Foto: koleksi BRW

Untuk menjaga laut, penggunaan sabun dilarang keras di sini. Jadi selesai menyelam, snorkeling, atau scuba walking, hanya bisa bilas. Untuk mandi lengkap dengan sabun, silakan lakukan di darat.  Tiap 2-3 bulan, pontoon juga digeser agar seluruh koral tetap kena matahari.

Datang ke Borneo Reef World Pontoon tapi tak ingin beraktivitas air? Boleh juga. Sore hari, Anda dapat mengantar matahari pulang sambil duduk di lantai atas. Matahari akan turun tepat di antara Pulau Sapi dan Pulau Gaya. Jangan lupa, pesan dulu minuman ringan dari restoran di lantai bawah.

Dengan kapasitas 300 orang, pontoon jadi lokasi pesta yang seru. Pesta di tengah laut. Banyak underwater wedding dilangsungkan di sini, bahkan tahun lalu ada penyelam yang melamar kekasihnya di sini, di bawah air, disaksikan sekumpulan penyelam lain. Romantis, bukan? Mau coba juga?

***
Dimuat di DetikTravel 4 Mei 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s