Kinabalu Park & Ritual Mistisnya

Gunung Kinabalu dilihat dari Pekan Nabalu
Gunung Kinabalu dilihat dari Pekan Nabalu. Foto: Silvia Galikano

Oleh Silvia Galikano

Belum afdol datang ke Sabah tapi tak menyinggahi Kinabalu Park di kaki gunung Kinabalu. Jarak dari Kota Kinabalu ke Kinabalu Park 90 km, bisa ditempuh selama satu setengah hingga dua jam berkendara. Setelah berpanas-panas di Kota Kinabalu, ke Kinabalu Park orang mencari udara sejuk dan menikmati hijaunya aneka tanaman.

Kinabalu berarti gunung batu tempat bersemayam roh-roh leluhur. Masyarakat percaya, roh-roh tetap melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berladang. Ladangnya di gunung Nungkok, gunung lancip yang ada di hadapan gunung Kinabalu.

Toko cenderamata di Pekan Nabalu
Toko cenderamata di Pekan Nabalu. Foto: Silvia Galikano

Demikian dihormatinya gunung Kinabalu, sehingga dulu tiap pendaki diwajibkan melakukan ritual penghormatan sebelum mendaki, disebut monolob. Dalam upacara itu, pendaki memberi persembahan tujuh ekor ayam putih, tujuh butir telur ayam kampung, tujuh helai daun tembakau, tujuh helai daun sirih, beras, dan tuak di kaki Gunung Kinabalu dekat poin 8,5 km. Sekarang, monolob hanya dilakukan setahun sekali, oleh bobolian (dukun).

Bagaimana jika monolob tak diadakan? Penduduk percaya akan terjadi kesialan, seperti kecelakaan dan cuaca buruk. “Pernah terjadi pada tahun 2000, pendaki mati di atas gunung, saat itu gunung berkabut tebal,” ujar Boby. “Begitu upacara digelar, cuaca langsung terang.”

Kopi tenom
Kopi tenom. Foto: Silvia Galikano

Dalam perjalanan ke Kinabalu Park, bisa singgah sejenak di Pekan Nabalu untuk beristirahat sambil berbelanja dan memandangi birunya Gunung Kinabalu. Ada berderet-deret toko yang menjual cinderamata, buah-buahan segar, dan warung kopi.

Nanas khas Sabah dijual di sini, juga tuhau (jahe hutan). Tuhau goreng disebut tuhau serundeng, sedangkan yang diacar disebut jeruk tuhau. Keduanya sebagai teman makan nasi, mi, dan bubur. Jangan lupa cicipi teh sabah yang bebas pestisida dan tanpa tambahan pewarna serta kopi tenom khas kota Tenom, Sabah. Kopi bercampur gula dan krimer itu tak sekental dan semanis kopi tubruk yang kita kenal tapi punya aroma dan rasa kopi yang kuat.

Botanical Garden menyimpan hampir semua vegetasi di Gunung Kinabalu. Foto: Silvia Galikano
Botanical Garden menyimpan hampir semua vegetasi di Gunung Kinabalu. Foto: Silvia Galikano

Kinabalu Park yang didirikan pada 1964 adalah taman nasional pertama Malaysia, dan jadi warisan dunia pertama Malaysia yang diakui Unesco pada 2000. Luasnya 754 km persegi, lebih luas dari Pulau Singapura yang 710 km persegi, dan jadi pusat penelitian flora fauna. Posisinya masuk dalam tiga distrik, yakni Kota Belud, Ranau, dan Kota Marudu.

Aktivitas utama di sini adalah mendaki gunung Kinabalu yang tingginya 4.095 meter. Namun jika tak punya banyak waktu, kegiatan lain di Kinabalu Park tak kurang menariknya, seperti jungle trekking, melihat aneka tanaman di Botanical Garden, atau berendam dan berenang di Poring Hot Spring.

Jembatan gantung Poring Canopy Walk. Foto: Silvia Galikano
Jembatan gantung Poring Canopy Walk. Foto: Silvia Galikano

Jungle trekking hanya memakan waktu dua jam berjalan menanjak, berakhir di empat jembatan gantung yang sambung-bersambung. Lebar jembatan hanya 30 cm dengan total panjang 157,8 meter. Guncangannya hebat setiap kali kaki dilangkahkan. Karena letaknya 41 meter dari permukaan tanah, kegiatan ini tidak dianjurkan bagi yang takut ketinggian.

Selesai jungle trekking, ada Poring Hot Spring menunggu di bawah. Kaki yang lelah tinggal direndamkan di kolam berair hangat hingga lelah hilang. Atau jika masih ada tenaga untuk berenang, silakan ke kolam renang di sisi lain.

Pohon pelawan. Foto: SIlvia Galikano
Pohon pelawan. Foto: SIlvia Galikano

Jika Kota Kinabalu punya musim kering dan basah, gunung Kinabalu bermusim basah dan sangat basah karenanya hampir tiap pohon di sana ditumbuhi lumut sepanjang tahun. Tak pelak, gunung Kinabalu jadi tanki air dan sumber oksigen bagi penduduk serta jadi apotik hidup yang relatif lengkap.

Mari perhatikan cerita Boby saat kami berkeliling Botanical Garden yang dialiri Sungai Silau-silau (Sungai Kuning) di kaki gunung Kinabalu. Kulit pohon pelawan (Tristaniopsis bilocularis) yang dikenal juga dengan julukan naked tree karena pokok pohonnya nyaris telanjang, ampuh mengusir nyamuk.

Air rebusan rumput payung (Cyperus alternifolius) digunakan untuk mencegah kehamilan dan obat malaria. Getah batang pisang hutan (Musa acuminata) untuk obat luka dan obat tersiram air panas. Sedangkan bulu berwarna cokelat mirip bulu orangutan di pokok pohon pakis (Cibotium arachnoideum) dipakai sebagai pengganti kapas untuk pengoles obat luka dan isi kasur.

Buah bambangan segar dan yang sudah difermentasi. Foto: Silvia Galikano.
Buah bambangan segar dan yang sudah difermentasi. Foto: Silvia Galikano.

Seturun dari Kinabalu Park, tempat yang bisa disinggahi adalah Bukit Kundasang. Di sini ada puluhan kios yang menjual sayur-sayuran dan buah-buahan segar, mirip Puncak di tahun 1980-an. Pastikan ada hasil bumi khas Sabah berikut masuk dalam tas belanja Anda, yakni bambangan (sejenis mangga kwini), manggis hutan, kubis, dan asparagus. Kundasang adalah pemasok sayur-sayuran bagi seluruh Sabah, bahkan tiap tahun diadakan pesta sayur-sayuran di sini.

Gunung Kinabalu punya acara internasional yang dihelat tiap tahun sejak 1987 bernama Climbathon. Selama dua hari, ratusan pelari akan berlari dari kaki gunung hingga puncak gunung Kinabalu lalu turun lagi dan berakhir Kundasang dengan total jarak 42 km. Rekor tercepat saat ini dipegang pelari Jepang dalam waktu 4 jam 11 menit. Climbathon tahun ini akan digelar pada 17-18 Oktober 2015.

***
Dimuat di DetikTravel, 24 April 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s