Atmosfer Romantis Boyzone

20150601_MajalahDetik_183_a02

Boyzone bukan lagi boyband. Kelompok vokal ini sudah matang pengalaman. Pesonanya di hati perempuan tak pernah berkurang.

Oleh Silvia Galikano

Suara mendiang Stephen Gately terdengar lagi. Tempatnya tak digantikan orang lain. Layar menampilkan foto-foto hitam-putih sejak awal dikenalnya Boyzone, juga potongan video yang menunjukkan akrabnya Stephen dengan personel yang lain.

I Gave It All The Way pun dibawakan dengan tetap mempertahankan suara Stephen, yakni dari suara rekaman. Lagu ini sedianya disiapkan untuk comeback-nya Boyzone pada 2008. Namun tanpa alasan jelas, ditunda hingga waktu tak ditentukan. Akhirnya lagu ini dirilis pada 2010 khusus sebagai tribute untuk Stephen.

Konser Boyzone bertajuk Back Again, No Matter What di Istora Senayan, Jakarta, 22 Mei 2015 menghadirkan lagi masa-masa keemasan grup vokal asal Dublin, Irlandia itu saat masih “pantas” disebut boyband. Saat kelimanya masih pemuda. Boyzone pernah tampil di Jakarta pada September 1997 dengan formasi lengkap. Stephen Gately wafat akibat sakit jantung bawaan pada 2009 dalam usia 33 tahun.

Dalam setelan jas hitam dan biru, Keith Duffy (40 tahun), Michael Graham (42), Ronan Keating (38), Shane Lynch (38) malam itu tampil memukau walau usia tak muda lagi dan gerakan tak lagi lincah. Bahkan empat pria ini masih membuat beberapa penonton perempuan histeris.

Ini pertama kalinya kami kembali ke Asia sejak kehilangan Stephen dan melihat lagi apa yang kami bangun. Stephen ada di panggung ini. Maka tak mungkin kami kembali lagi ke Asia tanpa menunjukkan hormat pada saudara kami itu,” ujar Ronan usai I Gave It All The Way.

Berikutnya, Boyzone membawakan dua lagu yang paling banyak diminta lewat Twitter, yakni Everyday I Love You dan When You Say Nothing At All.

Di Everyday I Love You, suara Stephen tetap dipertahankan, yakni di bagian I never thought that dreams came true/ But you showed me that they do/ You know that I learn something new/ Everyday I love you. Sebagian penonton meneriakkan nama Stephen di sela-sela ikut menyanyi.

Seusai lagu, tampak Ronan mengusap air mata sementara tiga personel lainnya tak dapat menyembunyikan ekspresi sedih.

Empat pria ini kemudian duduk di tangga panggung melantunkan When You Say Nothing At All. Lagu romantis itu sebenarnya bukan lagu Boyzone, melainkan single pertama Ronan dan dijadikan soundtrack Notting Hill (1999).

Begitu Love is A Hurricane usai, tanpa jeda langsung berlanjut dengan gebukan drum khas Picture of You dari album A Different Beat (1996) yang disambut riuhnya penonton. I had a picture of you in my mind/ Never knew it could be so wrong/ Why’d it take me so long just to find?/ The friend that was there all along.

Baby Can I Hold You mengalun. Lagu yang aslinya milik Tracy Chapman pada 1988 itu hanya diiringi gitar hingga chorus pertama dan menghadirkan atmosfer romantis. Begitu pula ketika Everything I Own yang ada di album BZ20 (2013) dibawakan.

Foto-foto lama sewaktu formasi masih lengkap muncul bergantian saat Words dibawakan. Penonton, yang menyanyi sejak kata pertama, membentuk koor yang membuat Istora bergemuruh, terlebih bagian refrain.

Hingga kemudian Ronan mengarahkan mik ke penonton untuk menyelesaikan bagian akhir, “Ini bagian kalian.” It’s only words/ And words are all I have/ To take your heart away.

Shane Lynch yang berambut pirang dan bertato di leher sempat membuat intermezo dengan memotret penonton menggunakan ponselnya. “Terima kasih untuk sambutan hangat kalian yang hebat sekali.”

Lalu You Needed Me, lagu milik Anne Murray dari tahun 1978. Menyusul kemudian When The Going Gets Tough yang asalnya dinyanyikan Billie Ocean dan dijadikan soundtrack film The Jewel of the Nile (1985). Inilah hebatnya. Mereka membuat penggemar lupa, atau bahkan tak peduli, bahwa mereka menyanyikan ulang lagu orang lain. Boyzone berhasil meniupkan ruh mereka sendiri ke lagu-lagu tersebut.

Berikutnya adalah dari album terbaru, Dublin to Detroit (2014) yang berisi hits Motown. Tiga lagu mereka bawakan kali ini, yakni The Tracks of My Tears, Reach Out I’ll Be There, dan You Can’t Hurry Love yang menyuntikkan semangat.

Setelah Keith meminta semua penonton menyalakan lampu ponsel, dia mengambil ponsel milik salah satu penonton di barisan depan. Lalu keempat personel Boyzone berjajar di panggung membelakangi penonton.

Dengan latar belakang cahaya ponsel penonton, keempatnya dipotret penyanyi latar mereka, Jo Garland, menggunakan ponsel penonton tadi. “Jangan lupa di-twit ya,” ujar Keith sambil mengembalikan ponsel diiringi pekikan penonton.

Tak menyia-nyiakan keriuhan barusan, No Matter What mereka bawakan dengan Jo tak lagi di belakang seperti yang sudah-sudah, melainkan di tengah empat pria ini, mengisi bagian suara Stephen.

Tiga lagu dari album BZ20 tak lupa mereka nyanyikan. If We Try dan Love Will Save the Day, dua lagu yang bersemangat, sampai membuat Keith dan Shane menanggalkan jas. Keith kini berkemeja hitam sedangkan Shane berkaus garis-garis hitam-putih.

Sebelum sampai ke Who We Are yang jadi lagu jagoan album BZ20, Ronan menyampaikan, “Kita merayakan masa depan karena Boyzone sudah kembali. Kami punya album baru, materi baru, dan tur lagi.”

Ronan kemudian memperkenalkan musisi pendukung sebelum semua meninggalkan tempat, menghilang ke balik panggung. Ada sekira 30 detik panggung gelap dan penonton berkali-kali meneriakkan “We want more.”

Satu per satu musisi akhirnya kembali ke posisi mereka. Baru kemudian Keith, Michael, Ronan, dan Shane turun dari tangga teratas di panggung sambil menyanyikan A Different Beat yang menyerukan semangat kemanusiaan.

Dan begitu terdengar intro Love Me for a Reason, lagu yang mengorbitkan nama Boyzone pertama kali pada 1994, Istora pun makin riuh. Koor lagi tak terhindarkan dan berlanjut terus hingga Life is a Rollercoaster yang menutup konser sepanjang dua jam itu

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 183, 1-7 Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s