Monster Baru Taman Jurrasic

jurrasic

Rekayasa genetika menghasilkan superdinosaurus yang lebih besar, lebih buas, lebih cerdas, dan lebih tahan serangan. Hewan ini hilang dari kandang, chaos pun terjadi.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Jurassic World
Genre: Action, Adventure, Sci-Fi
Sutradara: Colin Trevorrow
Skenario: Rick Jaffa, Amanda Silver
Produksi: Universal Pictures
Pemain: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Ty Simpkins
Durasi: 2 jam 3 menit

Jurrasic World, taman hiburan yang khusus mengoperasikan dinosaurus di Isla Nublar, pulau dekat Costa Rica, sudah 10 tahun terakhir beroperasi penuh. Anak-anak dapat menunggang triceratops dan setiap hari ada atraksi seekor mosasaurus raksasa melompat dari aquatic amphitheatre untuk memakan seekor hiu. Namun tetap saja penonton kurang bersemangat. Angka pengunjung pun menurun.

Manajemen taman hiburan, di bawah arahan billionaire Simon Masrani (Irrfan Khan) dan ilmuwan Dr Henry Wu (B.D. Wong), mengakali keadaan ini dengan menciptakan superdinosaurus yang lebih besar, lebih buas, lebih cerdas, dan lebih tahan serangan yang disiapkan sebagai atraksi baru untuk meningkatkan lagi jumlah pengunjung. Hewan hasil rekayasa genetika itu diberi nama Indominus Rex.

Bencana di taman hiburan Jurrasic World terjadi ketika Indominus Rex dilaporkan hilang dari kandang. Panas tubuhnya tak terdeteksi mesin detektor di kantor pusat Jurrasic World. Ada bekas cakaran kuku di dinding kandangnya. Hal paling ditakutkan dari hilangnya hewan raksasa ini, tentu saja, akan memangsa pengunjung taman hiburan yang berjumlah 20.000 orang.

Direktur Utama Jurrasic World Claire (Bryce Dallas Howard) dan ahli perilaku hewan Owen (Chris Pratt) memimpin evakuasi pengunjung, termasuk dua keponakan Claire yang baru datang untuk berlibur. Mereka berpacu dengan waktu sebelum satu per satu jadi santapan dinosaurus.

Setelah 22 tahun sejak tur di Isla Nublar dalam film pertama, Jurassic World kembali ke lokasi dan plot yang sama, lalu meng-update-nya untuk menyesuaikan dengan penonton masa kini. Film ini adalah seri ke-4 setelah Jurrasic Park (1993), The Lost World: Jurassic Park (1997) dan Jurassic Park III (2001). B.D. Wong jadi satu-satunya aktor yang bermain di serial terdahulu dan kini muncul di Jurassic World.

Steven Spielberg, yang menyutradarai seri pertama dan ke-2, pernah menggemparkan dunia ketika Jurrasic Park menampilkan dinosaurus CGI (computer generated imagery) memakan manusia. Kita pun dibuat percaya taman hiburan berisi dinosaurus bisa benar-benar jadi nyata. Di seri ke-3 dan ke-4, Spielberg bertindak sebagai produser eksekutif.

Seri ke-4 yang disutradarai Colin Trevorrow ini melengkapi tontonan 3D dengan karakter yang hidup dan humor bermutu. Pujian untuk Trevorrow dengan ide Indominus Rex mencopot alat pelacak dengan cara mencungkil daging tempat alat tersebut menempel. Wow banget!

Karakter Claire yang awalnya digambarkan sebagai pebisnis supersibuk berubah jadi pahlawan yang mumpuni, sementara kegiatan Owen melatih velociraptors juga memberi cerita sci-fi dari angle yang lebih segar. Tak lupa terselip bentuk penghormatan Trevorrow pada film terdahulunya, Jurrasic Park yang legendaris, dengan membawa kita kembali lokasi yang kini terbengkalai dan bertemu Tyrannosaurus rex.

Film yang memulai produksi pada 2004 ini rencananya dirilis pada musim panas 2005, tapi ternyata mengalami ketidakjelasan selama lebih dari satu dasawarsa hingga tanggal rilis pun mundur berkali-kali dari yang dijadwalkan dan naskahnya bolak-balik direvisi.

Akhirnya, sampailah kita pada pertanyaan yang tak dapat dihindari, bagaimana Jurrasic World dibandingkan Jurrasic Park? Pertanyaan ini selalu muncul tiap kali sekuelnya keluar. Jurrasic Park sukses besar bukan cuma karena penonton terpesona pada dinosaurus, tapi lebih dari itu, ada karakter yang tepat, akting luar biasa, penyutradaraan yang jempolan, skor musik yang yahud, dan naskah yang ciamik.

Jurassic World tak punya paket selengkap itu. Alhasil, kita tak dapat diyakinkan bahwa taman hiburan Jurassic World bisa benar-benar jadi kenyataan. Film ini seperti terburu-buru dikejar bayangan, tak mau repot-repot menunjukkan ada keajaiban apa saja di taman hiburannya. Pun tak ada momen keren yang sangat menonjol. Kejutan-kejutannya pun bisa ditebak, seperti kehabisan akal, dengan cara apa lagi untuk bisa mengagetkan penonton.

Banyak momen yang mendaur ulang garapan Spielberg, dari momen Jaws hingga momen T-Rex mengejar mobil. Adakah hal baru yang ditawarkan? Tak banyak. Apalagi nama monsternya itu lho: Indominus rex. Indo-minus. Aduh! 

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 185, 15-21 Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s