Satire Dua Dokumentarian

 

while were youn

Josh dan Jamie adalah dua generasi pembuat dokumenter yang saling mengagumi. Berujung pada batas idealisme yang akhirnya dilanggar.

Oleh Silvia Galikano

Judul: While We’re Young
Genre: Comedy, Drama
Sutradara: Noah Baumbach
Skenario: Noah Baumbach
Produksi: A24
Pemain: Ben Stiller, Naomi Watts, Adam Driver
Durasi: 1 jam 34 menit

Josh (Ben Stiller) adalah sutradara dokumenter yang kurang laku. Proyek dokumenternya sudah satu dekade belum ada tanda-tanda bakal rampung. Untunglah istrinya, Cornelia (Naomi Watts), penyabar dan pengertian.

Cornelia adalah produser yang bekerja untuk ayahnya, Leslie Breitbart (Charles Grodin), sebuah nama besar dalam dunia dokumenter. Josh tidak dekat dengan mertuanya karena sadar sang mertua tak akan pernah kagum pada pencapaian Josh yang segitu-segitu saja.

Pasangan berusia 40-an tahun ini tanpa anak. Bukannya tidak mau, melainkan sudah beberapa kali Cornelia hamil berakhir dengan keguguran. Keduanya menghibur diri, bahwa tanpa anak tak perlu harus cepat pulang ke rumah dan bisa kapan pun pergi ke luar negeri, walau sudah bertahun-tahun mereka belum liburan bersama.

Di tengah krisis paruh baya demikian, keduanya berkenalan dengan pasangan suami-istri muda, Jamie (Adam Driver) dan Darby (Amanda Seyfried) yang berusia 20-an tahun. Jamie yang sejak bocah bercita-cita jadi dokumentarian, terang-terangan mengakui sebagai penggemar karya Josh. Tentu Josh tersanjung mendengarnya.

Josh semakin terkesima pada pasangan muda ini setelah berkunjung ke apartemen mereka yang unik. Jamie yang berwawasan kaya itu ternyata kolektor piringan hitam (sedangkan Josh cukup CD atau musik unduhan), memelihara ayam dalam kurungan, minim ketergantungannya pada gadget, dan memilih mengorek ingatan ketimbang langsung “bertanya” pada Google tiap kali mencari tahu akan sesuatu yang pernah dia ketahui. Josh menganggap Jamie adalah masa mudanya yang ideal.

Mulailah Josh berpenampilan meniru Jamie serta berpapan luncur atau bersepeda di jalanan. Namun umur tak bisa bohong. Josh sakit pinggang saat mengayuh sepeda. Dokter yang memeriksa pun menemukan lututnya sudah aus akibat osteoartritis. Dan ketika membaca resep obat, Josh harus mendorong jauh resep hingga berjarak dari mata. Matanya sudah rabun.

Persahabatan ini mencapai titik krisis ketika Josh membantu Jamie mengerjakan dokumenternya tentang veteran perang Afganistan, sebagai salah satu kamerawan dadakan. Dokumenter yang bahkan dipuji Leslie itu, belakangan diketahui tidaklah murni. Josh menemukan bukti-bukti Jamie melakukan rekayasa.

While We’re Young adalah komedi cerdas yang observasional tentang kesenjangan generasi (generation gap) di abad milenium. Ketajamannya menonjol dan dialognya punya kecepatan dan akurasi khas sutradara-aktor-penulis Woody Allen, misalnya ketika Josh membantah adanya tanda-tanda penuaan di dirinya.

Sutradara-penulis asal New York Noah Baumbach menyuguhkan budaya kontemporer secara menarik. Dia membuat banyak hal kreatif sekaligus satire, hal yang tak biasa dia lakukan, ditambah sentuhan sentimental.

Humornya tampak lewat pemilihan peran Adam Horovitz dari Beastie Boys sebagai Fletcher, teman Josh, ayah baru yang punya tato sonogram untuk menandai kelahiran bayinya. Juga Peter Yarrow dari Peter, Paul and Mary memerankan Ira Mandelstam, guru politik yang sudah bosan diwawancara Josh untuk dokumenter yang tak juga kelar.

Baumbach sebelumnya menempatkan Stiller dalam karakter yang lebih egois dalam Greenberg (2010). Namun kali ini kegelisahan Josh menghadapi Jamie tak cukup direntangkan seperti dulu Baumbach mengelaborasi karakter Roger Greenberg yang dimainkan Stiller. Baumbach lebih menguji kesabaran penonton lewat karakter protagonisnya yang narsis dan menjengkelkan itu.

Karakter perempuan di film ini tak semenggigit karakter pria, yang termasuk Fletcher, satu-satunya pria yang bisa bicara jujur tentang kegilaan buta Josh. Charles Grodin juga membawa kembali pesonanya sebagai ayah mertua Josh.

Naomi Watts membuktikan dia seorang komedian yang kemampuannya tak banyak diketahui. Juaranya sewaktu di kelas latihan hip-hop, Watts menari mengingatkan kita pada Christopher Walken di video klip Weapon of Choice (2001) milik Fatboy Slim.

Dan inilah While We’re Young: Josh menginginkan kehidupan Jamie, Jamie menginginkan status Josh. Hasilnya bukan hanya pertikaian antargenerasi, melainkan satir narsistik keseluruhan kelas, mungkin termasuk sutradaranya.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 188, 6-12 Juli 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s