Akhir Kutukan Mahasiswa Abadi?

192

Adakah hubungan antara skripsi yang ngga kelar-kelar dengan percintaan yang layu sebelum berkembang? Tiga sekawan ini sepertinya kena kutukan tersebut.

Oleh Silvia Galikano

Judul: Catatan Akhir Kuliah
Genre: Komedi motivasi
Sutradara: Jay Sukmo
Produser eksekutif: Johansyah Jumberan
Produksi: Darihati Films
Skenario: Johansyah Jumberan, Jay Sukmo
Pemain: Muhadkly Acho, Ajun Perwira, Abdur Arsyad, Anjani Dina, Elizya Mulachela, Andovi da Lopez, Rangga Moela, Budi Doremi, Aida Nurmala, Mario Teguh.

Sam (Muhadkly Acho), Sobari (Ajun Perwira), Ajeb (Abdur Arsyad)  mendapat cap sebagai mahasiswa paling lama. Tak tanggung-tanggung, ketika kawan-kawan seangkatan mereka lulus dalam waktu empat tahun, ketiganya masih bolak-balik bongkar skripsi di semester 11! Revisi lagi, revisi lagi.

Dan sewaktu Sobari dan Ajeb akhirnya bisa lanjut ke penelitian, nasib skripsi Sam masih saja di Bab Latar Belakang. Dosen pembimbing skripsi (Aida Nurmala) sampai memberi ultimatum, jika dua semester lagi masih belum lulus, Sam bisa kena DO (dropped-out).

Ketiganya dulu pernah membuat janji untuk lulus bersama. Jika ada yang lulus duluan dan meninggalkan temannya di belakang, dia akan dikenai sanksi membayar seluruh biaya kuliah teman yang belum lulus. Tapi tentu tak ada yang menduga sampai separah ini keterlambatannya.

Apesnya nasib tiga cowok ini bukan hanya urusan skripsi. Urusan cewek tak ada bedanya. Gagal melulu. Sobari yang bertampang lugu tak sensitif ketika didekati kawan kampusnya, WRP (Natasha Chairani) yang berbodi subur. Ajeb yang bicara blak-blakan, bolak-balik ditolak cewek, bahkan ada yang sampai muntah di tempat.

Sam lain lagi, dia terjebak dalam friendzone dengan banyak cewek. Jalan bareng, nonton bareng, makan bareng, tapi ketika “ditembak”, jawaban si cewek, “Kita berteman saja ya.”

Kali ini, Sam jatuh cinta pada Kodok yang bernama asli Annisa (Anjani Dina), teman kos mantan pacar Sobari. Sam, yang belum berani berkenalan, stalking Kodok lewat akun Facebook-nya dan mengirim kado wadah makan bertema Kero Kero Keroppi dengan nama pengirim anonim.

Atas bantuan Sobari, akhirnya Sam berkenalan resmi dengan Kodok dan kembali mengeluarkan jurus-jurus lamanya dalam menarik perhatian cewek. Sam masih belum beruntung karena ternyata Kodok punya pacar mahasiwa fakultas lain, Iwan (Andovi da Lopez).

Bukan berarti pintu tertutup rapat untuk Sam. Pasalnya ibu Kodok kurang suka pada Iwan yang tak pernah secara langsung menemuinya untuk menunjukkan keseriusan pada putrinya. Kodok juga memberi isyarat jika Sam menyelesaikan skripsi dan lulus, maka kesempatan mereka berpacaran akan lebih besar.

Catatan Akhir Kuliah walau mengambil genre komedi, komedi motivasi, namun beda dengan film-film komedi Indonesia yang wara-wiri di bioskop, yang selalu Betawi nyablak-lugu. Jangan terkecoh dengan posternya yang standar poster film komedi. Satu lagi, film ini tidak ada hubungannya dengan Catatan Akhir Sekolah (2005) yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Diangkat dari novel berjudul sama karya Sam Maulana, Catatan Akhir Kuliah punya plot menarik dan berisi. Skenario yang ditulis Jay dan Johansyah Jumberan membuat banyak perubahan dari plot yang ada di novel sehingga jadi unsur kejutan bagi penonton yang sudah membaca novelnya.

Secara cerdas sutradara Jay Sukmo membuat alur maju mundur pada awalnya, hingga kita mendapat gambaran besar berikut latar belakangnya, barulah alur berjalan maju.

Film ini dikemas layaknya skripsi yang terdiri dari lima bab, yakni Pendahuluan, Latar Belakang, Teori, Analisa dan Kesimpulan. Tiap pergantian “bab”, di layar muncul tulisan akan masuk ke bab mana cerita ini.

“Kami menyebut film ini adalah film pertama yang mengikuti pakem format skripsi di Indonesia,” ujar Jay Sukmo.

Syuting dilakukan nyaris sebulan pada November 2014 dan banyak mengambil lokasi di kampus IPB yang juga jadi setting cerita. Setting ini jadi perhatian Jay, sehingga rumah kost yang sederhana terasa nyata dengan pemandangan anak-anak kost mengantre mandi, numpang tidur, atau main catur di teras. Suasana kampus negeri tidak dibuat-buat, dan lebih penting lagi, dialog antarpemain terasa hidup.

Muhadkly Acho yang kita kenal sebagai stand-up comedian ternyata bagus juga berakting. Dia mendapat lawan akting setimpal ketika tek-tok dengan Abdur Arsyad, stand-up comedian asal Larantuka NTT yang berperan sebagai Ajeb, anak kampung Nusa Tenggara yang biasa berkuda di kampungnya.

Selain itu, kita akan jumpai wajah-wajah familiar, seperti penyanyi Budi Doremi, motivator Mario Teguh, dan Walikota Bogor Bima Arya tampil sebagai kameo.

Jadi bagaimana Bab Penutup kisah cinta Sam? Dan apa iya Sobari dan Ajeb sudi mengganti biaya kuliah Sam demi memenuhi janji mereka dulu? Untuk kuliah Ajeb saja ibunya sudah menjual 10 ekor kuda, belum dihitung sapi. Siapkan makanan ringan dan cari jawabannya di bioskop.

***
DImuat di Majalah Detik edisi 192, 3-9 Agustus 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s