Asyik dengan Kursi Klasik

193

Tren furniture tak selalu berulang. Kadang lenyap seiring zaman. Mengapa banyak karya desainer Belanda yang bertahan?

Oleh Silvia Galikano

Ada kursi yang mengingatkan kita pada film-film klasik Grace Kelly, ada juga kursi yang bahkan tak disadari bahwa rancangan tersebut sudah dibuat sejak 1930-an. Kursi-kursi karya desainer Belanda dikenal karena kekhasannya yang klasik sekaligus juga kekinian.

Kursi-kursi karya desainer Belanda menjadi salah satu bagian dalam pameran berjuluk Supermodels, pameran pop-up yang menampilkan sejarah 100 tahun desain dan arsitektur Belanda. Di pameran ini ditampilkan model furniture, tetenger (landmark) arsitektural penting, dan rumah boneka versi Belanda abad ke-21 yang menarik bagi semua umur. Semua dalam ukuran skala (miniatur) dan dicetak 3 dimensi (3D).

Supermodels pertama kali dipamerkan pada April 2013 dalam acara Salone del Mobile di Milan, Italia. Pada Juni 2014 dipamerkan di Stedelijk Museum, Amsterdam, Belanda, dan sejak itu dibawa tur ke berbagai kota di 30 negara, seperti Guam, Amsterdam, Tbilisi, dan Eindhoven. Jakarta mendapat gilirannya pada 3-29 Agustus 2015 di Erasmus Huis.

Pameran ini layaknya miniatur survei desain penting Belanda, dari interior, desain furniture,hingga arsitektur. Nilai-nilai warisan sejarah budaya Belanda diperdengarkan lagi melalui perantara model skala dan rumah boneka, suatu hal yang lazim di Belanda pada abad ke-17 untuk menampilkan seni dan barang-barang.

Walau tujuan sejati cetak 3D untuk membuat model skala, belakangan digunakan juga untuk membuat produk, di antaranya perhiasan, bahkan untuk membuat bangunan berukuran sebenarnya, seperti rumah kanal cetak 3D di Amsterdam oleh DUS Architecs.

Sejumlah arsitek dan desainer kontemporer, di antaranya Marcel Wanders, Richart Hutten, Makkink & Bey, dan Ben van Berkel, bergabung membuat desain dan konten aktual. Karya-karya tersebut disandingkan dengan karya pendahulu mereka, seperti Rietveld (1888-1964) dan Berlage (1856-1934).

“Desain Belanda itu ‘something’. Kami tak begitu bangga dengan kebelandaan kami mengingat (sejarah) yang kami lakukan sebelumnya. Lewat desain dan arsitektur, kami seakan menyatakan ‘Mari tunjukkan betapa bagusnya kita’,” ujar kurator pameran Gilian Schrofer yang juga seorang desainer dalam pembukaan pameran, 3 Agustus 2015.

Schrofer menjelaskan apa yang dia maksud “something”, yakni mengerjakan banyak dengan bahan sedikit, tidak membuang-buang bahan, dan menggunakan ulang (re-use) bahan.

“Jika Anda tahu sejarah Belanda, kami ini orang aneh. Kami irit, dan semua desain di sini sangat sadar akan hal itu. Ketika memamerkan desain Belanda, cara kami mengekspresikan desain sangat sederhana.”

Supermodels dikelompokkan dalam tiga bagian, yakni Model Desain Belanda, Rumah yang Didesain Arsitek Belanda, dan Rumah Desain Belanda.

Model Desain Belanda berisi furniture yang diproduksi dalam cetak 3D berskala 1:6, 1:12, dan 1:18 dengan penekanan pada bentuk dan struktur sehingga memberi pandangan jernih bagaimana kuatnya warisan desain Belanda.

Tiap kursi dibuat dari polyamide putih yang sama dan dalam skala 1:6, yang memungkinkan variasi sempurna dalam bentuk. Umumnya bergaya klasik Belanda sekaligus sangat modern. Banyak kursinya (asli) yang jadi koleksi museum.

Dari semua model kursi yang ditampilkan, satu yang menurut Schrofer paling ikonik adalah Knotted Chair (1997) karya Marcel Wanders yang memadukan teknik industrial dan keterampilan tangan.

Rumah Desain Belanda menampilkan rencana ruang kerja/ platform desain/ pusat kreatif bagi desainer (Belanda) dan pemilik bisnis kecil di luar Belanda. Bentuknya seperti rumah boneka (dollshouse) dengan perbandingan 1:12. Semua desainnya dalam skala, sehingga terasa seperti melihat dan bermain dengan rumah boneka. Rumah ini diaplikasikan pada ruang kerja, ruang rapat, serta kamar hotel.

Ide tentang rumah boneka ini didapat dari adanya PHK besar-besaran di Sao Paulo Brasil pada 2012. Kepedulian itu mulai diterjemahkan ke dalam bentuk konkret rumah boneka dan memperkenalkan kewirausahaan. Rumah boneka terdiri dari 60 ruang, didesain, antara lain oleh Frank Tjepkema, Edward van Vlit, dan Jan des Bouvrie.

Bagian ke-3, Rumah yang Didesain Arsitek Belanda, adalah kompilasi arsitektur spektakuler rumah Belanda selama berabad-abad karya Jan Benthem, Hans van Heeswijk, dan Jan des Bouvrie yang ditampilkan dalam bentuk model skala 1:18 dan 1:24.

Di sini ditampilkan kombinasi arsitektur, arsitektur interior, dan desain produk. Beberapa rumah diisi dengan furniture desain skala, beberapa lainnya diisi karya desain barang dalam skala.

Maka jika di antara deretan miniatur kursi itu Anda temukan desain kursi yang terasa akrab karena puluhan tahun lalu ada dalam ruang tunggu rumah sakit kuno yang rajin Anda sambangi, hanya satu kesimpulannya. Klasik.

***
Dimuat di Majalah Detik edisi 193, 10-16 Agustus 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s