Tersenyumlah, Kau Akan Tambah Cantik

100_3395
Rumah tua sedang dibongkar. Foto: Silvia Galikano

Lanjutan dari Lasem dalam Potret Hitam Putih

 

Oleh Silvia Galikano

Masih di Jalan Babagan IV, tak jauh dari kediaman Sigit, ada kesibukan khusus. Bukan membatik seperti di rumah Sigit, melainkan membongkar rumah. Di dalam rumah yang luas seluruhnya 180 meter persegi itu, lebih dari lima orang tukang sedang membongkar ubin. Terasnya sudah tak lagi berubin.

100_3374
Tangga menuju loteng. Foto: Silvia Galikano

Ubin yang sudah dibongkar disusun di pinggir pagar. Ubin terakota ukuran 40×40 sentimeter itu akan dijual lagi seharga Rp10 ribu per keping. Membongkar ubin adalah tahap pertama, biasanya selesai dalam dua hari, baru nanti mempreteli genting dan seterusnya ke bawah hingga rata dengan tanah. Lenyaplah sejarah.

Baca juga Untuk Tanah Lasem

Rumah ini berlanggam Indische, berpilar kayu, berkamar tidur empat, dan punya tiga pasang pintu menghadap teras. Di ruang belakang, teronggok merana beberapa buah gawangan untuk membatik. Mungkin di sini dahulu tempat membatik. Tungku kayu bakar masih dijumpai di dapur dengan cerobong menembus atap. Halamannya dirimbuni ilalang. Nyamuk kebun tanpa ampun menggigit kulit.

100_3375
Satu demi satu ubin dicongkel. Foto: Silvia Galikano

Di paviliun samping saya temukan kardus berisi kartu pelajar, dompet, dan foto-foto lama hitam-putih milik Tan Swan Ay/Tan Ay Nio/Tanty Ayndangwaty.

“Itu boleh buat saya, Pak?” kata saya kepada seorang pekerja sambil menunjuk kardus.
“Ambil saja.”

Di dalam dompet tersebut, terselip sesobek kertas bertuliskan karakter Tionghoa di dua sisinya. Menurut Darson Lim, kolega di Jurnal Nasional, tulisan itu berarti Kalau kamu sering tersenyum, akan bertambah cantik selalu. Tulisan di sisi satu lagi berarti Kalau kamu bersedia memberikan senyuman terus, akan cantik selalu. Mungkin ini pesan dari kekasihnya.

Baca juga Lasem dalam Potret Hitam Putih

Di rumah ini pula saya bertemu Yanto yang jadi perantara penjualan rumah. Disebutnya, penghuni terakhir rumah ini adalah Tan Bong Hien yang merupakan kawan sebaya Sigit. Rumah (bangunan) keluarga Tan ini dibeli orang Semarang seharga Rp300 juta untuk dipreteli, lantas dijual lagi keping per keping. Tanahnya dibeli perusahaan asal Surabaya seharga Rp225 juta untuk dijadikan garasi truk.

100_3377
Tungku dan cerobongnya. Foto: Silvia Galikano

Yanto mengatakan, usia rumah lebih kurang 160 tahun dan sudah dihuni empat generasi. Generasi awal adalah pengusaha batik. Ketika sampai ke generasi ketiga, industri batik Lasem surut, maka usaha beralih ke pembuatan minuman temulawak.

Tan Bong Hien punya enam anak, tiga perempuan dan tiga laki-laki, sebagian besar tinggal di Surabaya. Dua tahun lalu, istrinya terserang stroke, maka pasangan ini pindah ke Surabaya, tinggal di rumah salah satu anaknya. Lasem ditinggalkan. Rumah terbengkalai. Para ahli waris memutuskan untuk menjual rumah itu.

Bersambung ke Tentang Sumur di Depan Rumah

***
Dimuat di Jurnal Nasional Minggu, 25 April 2010

Untitled-4
Foto-foto yang ditemukan di dalam kotak. Foto: Silvia Galikano

 

Untitled-2
Kalender saku 1973. Foto: Silvia Galikano

 

Untitled-1
Tersenyumlah, kau akan bertambah cantik. Foto: Silvia Galikano

 

Untitled-5
Kartu Pelajar atas nama Tanty Ayndangwati. Foto: Silvia Galikano

 

Untitled-1
To Miss Tan Ay Nio

 

Untitled-2
Semarang, 9-3-1973. Only for Miss Tanty. From Lanny Tan. Hiru IV/12-14 Semarang.

 

Untitled-3
From Kiem Giok Kwie. Letkol Isdiman 113 Purbalingga

 

Untitled-4
Dari Nyoo Swan Hwa

 

Untitled-5
Buat Tjalon Tjitjiekku.

 

Untitled-6
From Oei Hwee Hiauw

 

Untitled-7
Dari Tan Iet Bie. Djl. Lasipin 323 Semarang

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s