Toko Retro Pasar Genteng

img_3148
Bu Ginah di tokonya yang menghadap Pasar Genteng. (Foto: Silvia Galikano)

Oleh Silvia Galikano

Perkenalkan, ini Bu Ginah, 65 tahun, di tokonya yang menghadap Pasar Genteng, Surabaya.

Di hadapannya berjajar stoples kuno dan beberapa stoples baru. Salah satu stoples kuno bermerk “Dupak”, dengan tutup kaleng, dibuat di Surabaya.

Di stoples-stoples itu Bu Ginah menyimpan permen-permen jadul (Duplex, Davos, enting-enting jahe), kesumba tekstil, makanan burung, klobot (kulit jagung), cengkih, kertas rokok, dan tembakau.

Tembakau dibeda-bedakan menurut asalnya, yakni dari Jombang, Tulungagung, dan Madura. Masing-masing disimpan dalam stoples berbeda.

img_3144
Stoples Dupak buatan Surabaya. (Foto: Silvia Galikano)


Di antara pelanggannya adalah perokok tingwe, akronim linting dhewe, yang meracik sendiri rokoknya, umumnya orang-orang sepuh. Bu Ginah juga menjual rokok pabrik yang disimpan dalam lemari kaca di tepi kiri.

Di lemari lebar di belakangnya yang menempel dinding, terpajang lampu petromax dan lampu badai.

Melihat isi toko Bu Ginah, terlontar pertanyaan dalam hati, “Masih ada ya yang pakai beginian?” Ternyata memang masih ada, walau tak banyak, dan jumlahnya terus berkurang.

Toko ini diturunkan dari ibunya dengan jenis dagangan lebih beragam dan lebih banyak dari sekarang. Dulu juga menjual beras. Sekarang ya sekadarnya begini.

“Saya sudah tua, capek kalau harus kayak dulu. Yang penting bisa makan, bisa bayar listrik.”

***
Dari kunjungan ke Surabaya, 15 Agustus 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s