Mengenang Nh Dini


Oleh Silvia Galikano

Tanggal 29 Februari adalah ulang tahun Nh Dini. Usianya 83 jika tahun 2019 ini dia masih hidup.

Untuk merayakan ulang tahun Nh Dini, dua anaknya, Marie-Claire Lintang dan Pierre-Louis Padang, membuat acara Mengenang Kehidupan, Karya, dan Semangat Nh Dini pada 28 Februari 2019 (Februari tahun ini hanya 28 hari) di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali.

Mengenang Nh Dini berisi pembacaan puisi, tari Rejang Shanti (Perdamaian) oleh Bulantrisna Djelantik dan kawan-kawan, serta sambutan Lintang dan Padang.

Acara yang digelar di luar ruangan itu dihadiri puluhan sahabat Dini dari berbagai daerah dan latar belakang.

Taufik Abdullah dan Tuti Heraty Rooseno, yang sama-sama anggota Akademi Jakarta, bercerita tentang kebiasaan Dini membawa makanan/cemilan, biasanya wingko babat, setiap kali datang ke rapat bulanan Akademi Jakarta.

Tuti belakangan meniru Dini yang menginap di hotel Alila, tepat di seberang Taman Ismail Marzuki (TIM), jika menghadiri rapat Akademi Jakarta. Tinggal nanti ada karyawan TIM yang menjemput dan mendorongkan kursi roda menyeberang jalan.

Seperti juga Dini, Tuti punya masalah dengan lutut, sehingga untuk berjalan agak jauh harus dibantu kursi roda.

Mengenang Kehidupan, Karya, dan Semangat Nh Dini, seribu sisi dini, nh dini, pada sebuah kapal
“Pada Sebuah Kapal” cetakan ke-10, Juli 2018. “Seribu Sisi Dini”, cetakan pertama, Februari 2019. (Foto: Silvia Galikano)

TIAP tamu mendapat dua buku, Pada Sebuah Kapal cetakan terbaru dan Seribu Sisi Dini. Seribu Sisi Dini, kumpulan tulisan orang lain tentang Nh Dini, akan diluncurkan pada akhir Maret 2019 di Semarang.

Menggantikan Nh Dini, dua anaknya masing-masing membubuhkan tanda tangan di buku yang disodorkan tamu.

Beda dengan kakaknya yang menulis singkat, Pierre-Louis Padang atau Pierre Coffin atau Padang lamaaa sekali bikin tanda tangan. Ternyata dia menggambar, Sodara-sodara! Yang digambar adalah karakter Minion. Gemetttzzz rasanya.

Malam itu, Lintang ikut menari Rejang Shanti. Semakin jelita dia dalam kostum tarinya.

Malam yang hangat dan mengesankan di Kuta. Bu Dini pasti “hadir” juga.

***

Mengenang Kehidupan, Karya, dan Semangat Nh Dini
Papan tanda tangan. (Foto: Silvia Galikano)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.