‘Pariban’, tentang Asmara dan Alam Indah Tanah Batak

pariban idola dari tanah jawaJudul: Pariban: Idola dari Tanah Jawa

Sutradara: Andi Bachtiar Yusuf

Produser: Agustinus Sitorus

Rumah produksi: Stayco Media

Durasi: 102 menit

Pemeran: Atiqah Hasiholan, Ganindra Bimo, Rizky Mocil, Dayu Wijanto, Rukman Rosadi, Imelda Budiman, Grace Blessing

Oleh Silvia Galikano

Ganteng. Punya perusahaan dengan klien dari mancanegara. Punya rumah sendiri yang mewah dan dilengkapi kolam renang.

Dengan pencapaian demikian, seharusnya Halomoan Sitorus (Ganindra Bimo) menjadi kebanggaan mamaknya (Mak Gondut). Namun Mamak justru resah akan anak tunggalnya yang berusia 35 tahun itu.

pariban idola dari tanah jawa, atiqah hasiholan, ganindra bimo

Walau cewek yang jadi gandengan beda-beda tiap harinya, Moan tak juga menentukan perempuan mana yang dipilih menjadi istri. Mamak sudah sering jadi bahan sindiran ibu-ibu di arisan, bahkan ada yang menyebut, jangan-jangan Moan penyuka sesama jenis.

Baru terpikir kemungkinan tersebut, Mamak pun bertanya, “Homonya kau, Moan?” Yang ditanya melengos pergi.

Mamak teringat adik laki-lakinya di kampung, di Samosir sana, yang punya anak perempuan. Menurut adat Batak, gadis ini adalah pariban Moan, sepupu yang boleh dinikahi.

Baca juga Lakon ‘Mantan Manten’ Hidupkan Pemaes

Maka Mamak meminta Moan, yang lahir hingga besar di Jakarta dan tidak pernah pulang kampung, itu ke Samosir menemui paman dan bibinya, sekaligus berkenalan dengan paribannya. Siapa tahu cocok.

Moan awalnya enggan, tak berminat dengan cewek kampung. Namun tak dapat menolak permintaan Mamak tercinta, dia berangkat juga ke Samosir.

pariban idola dari tanah jawa, atiqah hasiholan, ganindra bimo

Di kampung yang sejuk berpemandangan indah Danau Toba itu akhirnya Moan mengenal saudara-saudaranya, termasuk Uli Silalahi (Atiqah Hasiholan) si pariban.

Jauh dari citra perempuan kampung yang ada di kepala Moan, Uli selain cantik, juga energetik. Di luar pekerjaannya di museum, Uli aktif dalam organisasi kemasyarakatan kampung, serta mengajar anak-anak kampung bahasa Inggris.

Dengan datangnya pariban ganteng dari Jawa, Uli jadi klepek-klepek, ‘gitu? Ternyata tidak. Dia biasa saja. Ada Moan berarti bertambah satu orang yang bisa Uli mintai bantuan mengantar ke tempat-tempatnya berkegiatan di seantero kampung.

Sebelumnya hanya satu yang siap sedia untuk Uli, yakni pemuda nyentrik Binsar Situmorang  (Rizky Mocil). Kawan Uli sejak kecil ini pengusaha hotel di Samosir. Sekarang satu lagi hotel yang sedang dibangun. Jelas, Binsar bukan saingan ringan untuk Moan.

pariban idola dari tanah jawa, atiqah hasiholan, ganindra bimo

Judul film ini, Pariban: Idola dari Tanah Jawa, mengingatkan saya pada mini seri televisi Pariban dari Bandung pada awal 90-an, garapan Eduart Pesta Sirait, dibintangi Nella Regar dan Cok Simbara. Ceritanya, lebih kurang, mirip.

Bedanya, karakter yang dimainkan Cok Simbara adalah lelaki Batak yang lahir-besar di Bandung, berlogat Sunda, lugu, dan culun yang sering bikin kesal paribannya (Nella Regar). Kesamaan serial dan film ini adalah membuat karakter perempuan Batak sebagai pribadi yang mandiri, lugas, cerdas, atau jika disimpulkan dalam satu kalimat, “tak bersuami pun tak mengapa”.

Pariban: Idola dari Tanah Jawa selain mengandalkan narasi, juga menjual pemandangan desa di Samosir, seperti yang ditemukan di film remake Bulan di Atas Kuburan (2015) yang juga dibintangi Atiqah Hasiholan.

Baca juga ‘Bulan di Atas Kuburan’ dan Mimpi Akan Jakarta

pariban idola dari tanah jawa, atiqah hasiholan, ganindra bimoBayangkan saja, rumah Uli persis di tepi danau. Di halaman samping rumah yang beratapkan langit beralas tanah, tersedia satu set meja-kursi yang dipakai bapak Uli (Rukman Rosadi) tanding catur dengan Binsar sampai larut malam, modus Binsar mencuri hati bapak Uli.

Lauk ikan di rumah didapat dari hasil Bapak memancing dari atas perahu yang mengapung hanya beberapa meter dari tepi danau. Tak jarang keluarga ini makan siang di tepi danau dengan menggelar tikar, di tengah tiupan angin sejuk pegunungan.

Membuat Anda ingin ke Samosir ‘kan?

Baca juga Bertaruh Angka di ‘Anak Hoki’

Penonton dibawa juga mengenal kebiasaan masyarakat Batak bertanding catur di warung-warung. Ya, judi kecil-kecilan, buat seru-seruan, yang makin mengentalkan keakraban.

pariban idola dari tanah jawa, atiqah hasiholan, ganindra bimoSelain memperkenalkan budaya dan alam Batak kepada suku lain, film ini sebenarnya lecutan bagi keturunan Batak sendiri yang hidup di daerah lain dan tak mengenal budaya moyangnya. Seperti diucapkan Binsar kepada Moan, “Apa yang kau tahu tentang Batak selain pariban, hah?”

Walau banyak pemain yang bukan berdarah Batak, penyampaian para karakternya layak diacungi jempol. Ganindra Bimo yang tidak berdarah Batak, misalnya, menjadi sangat Batak seketika menghirup udara Samosir. Sepadan meningkahi akting Atiqah Hasiholan yang beribu Batak.

Baca juga Dalam Legenda Abadi Toba

Sutradara Andi Bachtiar Yusuf membuat akhir film ini sebagai pintu menuju cerita berikutnya. Antara selesai dan bisa juga bersambung.

Kalau selesai, film ini keluar dari pakem film komedi romantis. Kalau bersambung, petualangan Moan dan Binsar akan makin seru. Jadi, Pariban harus bersambung. Ah, semoga ini bukan spoiler.

***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.