Maktuo Cengkareng

maktuo cengkareng, djusna asif, djusna husin, gedung kebangkitan nasional
Kepala Bagian Bibliografi Yayasan Idayu Djusna Asif menerima kunjungan Bung Hatta ke bagian Bibliografi Yayasan Idayu, 18 April 1974. (Dok. Yayasan Idayu – Perpustakaan Nasional RI)

Saya pernah sebut “Maktuo Cengkareng” di tulisan berjudul Maktuo Jatiasih

Nama Maktuo adalah Djusna Asif (Bukittinggi 1934 – Jakarta 1995), kakak sulung papa. Nama gadisnya (née) adalah Djusna Husin.

Semasa kuliah di Jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia (UI), Maktuo tinggal di asrama mahasiswa UI, Wisma Rini, di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Baca juga Senandung Sejuk Payung Teduh

Papa, yang saat itu baru merantau ke Jakarta dan tinggal bersama famili di Cempaka Putih, selama beberapa waktu sempat menggunakan alamat Wisma Rini (atas nama kakaknya, tentu saja) sebagai alamat surat menyurat.

Kelak, dari nama wisma inilah diambil sebagai nama panggilan adik saya, almh. Imelda Roselino (1976 – 1988), yang sering dikomentari orang, “Kok nama panggilannya ngga nyambung sama nama lengkapnya?”

maktuo cengkareng, djusna asif, djusna husin, gedung kebangkitan nasiona
Masagung (ke-2 dari kanan, berbatik) bersama M. Said Reksohadiprodjo (berpeci) menyambut SJH Adji Damais di gerbang Gd Kebangkitan Nasional di acara ceramah Bung Hatta,,”Permulaan Pergerakan Nasional”, 22 Mei 1974., (Dok. Yayasan Idayu – Perpustakaan Nasional RI)

Sebelumnya, Maktuo adalah lulusan SMA yang menjadi pustakawan di Fakultas Pertanian Universitas Andalas, kemudian mendapat beasiswa untuk kuliah di UI.

Sambil kuliah, Maktuo bekerja sebagai pustakawan di Yayasan Idayu milik Masagung (Tjio Wie Tay, 1927 – 1990) yang juga pemilik jaringan toko buku Gunung Agung.

Baca juga Tjokroaminoto Sang Guru dari Peneleh

Uang beasiswa tiap bulan dijemput Paktuo Uda Eri ke kampus untuk diberikan ke Biai, nenek saya. Sementara Maktuo hidup dari penghasilannya sebagai pustakawan Idayu. Mungkin karena keenakan bekerja, kuliahnya tidak ditamatkan.

maktuo cengkareng, djusna asif, djusna husin, gedung kebangkitan nasional
Maktuo (baju kembang-kembang) menjamu koleganya di acara syukuran pindah rumah di Cengkareng, Jakarta Barat, 4 Juni 1977. (Dok. Yayasan Idayu – Perpustakaan Nasional RI).

Kantor Idayu di Gedung Kebangkitan Nasional (ex Stovia, sekarang menjadi Museum Kebangkitan Nasional) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Nama Idayu diambil dari nama ibunda Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai. Masagung berkawan akrab dengan Sukarno.

Sebelum menjadi kantor Idayu, Gedung Kebangkitan Nasional pernah digunakan sebagai penampungan ex KNIL sejak Kemerdekaan. Ruangan-ruangan luas disekat-sekat semipermanen menggunakan tripleks.

Baca juga Joseph Johannes, Pria Armenia dari Bukit Simongan

Ketika akhirnya Gedung Kebangkitan Nasional hendak direnovasi untuk dijadikan museum pada 1973, pemerintah menyediakan perumahan di Cengkareng bagi ex KNIL tersebut. Maktuo ikut membeli salah satu rumah di sana, di Jalan Berlian.

Karena umumnya ex KNIL adalah orang-orang Maluku, kawasan ini kemudian dikenal dengan nama Kampung Ambon.

maktuo cengkareng, djusna asif, djusna husin, gedung kebangkitan nasional
Pertemuan Ketua Badan Pelaksana Yay Idayu dengan staf dan karyawan yayasan di ruang baca Gd Rajawali Selatan, 14 April 1993, (Dok. Yayasan Idayu – Perpustakaan Nasional RI).

Yayasan Idayu kemudian pindah ke Jalan Kwitang no 13, Jakarta Pusat.

Penghormatan Maktuo kepada Masagung demikian besar. Saya simpulkan itu ketika beliau bercerita tentang wafatnya Masagung. Laki-laki baik itu ditemukan di atas kursi goyang di rumahnya, masih menggenggam tasbih usai shalat subuh, sudah tak bernapas.

Baca juga Hentikan Tragedi Nol Buku

Maktuo bekerja di Yayasan Idayu sampai pensiun, tahun 1994, dan wafat setahun kemudian.

Yayasan Idayu tutup tahun 2006 setelah hidup selama 40 tahun. Koleksinya diserahkan ke Perpustakaan Nasional RI.

***

Foto-foto saya dapatkan di Perpustakaan Nasional pada Kamis 21 November 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.