Tentang Silvia Galikano

Silvia Galikano adalah nama saya, nama KTP. Saya wartawan yang bekerja di Jakarta.

Blog ini adalah pindahan dari blog sebelumnya yang sudah ditutup: galikano.multiply.com sekaligus penyimpan tulisan-tulisan saya yang pernah diterbitkan.

Jika ingin menyalin-rekat (copy-paste) tulisan dan/atau mengunduh foto-foto dari blog ini, mohon sertakan juga tautan ke tulisan aslinya.

Saya dapat dihubungi di galikano@gmail.com atau SMS/WA di +62-812-193-1903.

Senang berkawan dengan Anda.

Silvia Galikano

Advertisements

45 Comments

  1. Terima kasih atas bantuannya dalam memperomosikan acara kami..semoga dg karya ini.. Makin sedikit nurbanah2 lain yg mengalami nasib serupa..salam

  2. Itu jaman ababil dengan WS4, disket besar, printer Epson (LX800?). Honornya buat bayar SKS dan ongkos kelayapan. Ngapain sih dipajang2 lagi, bikin malu aja.

  3. Ini di barat kok, baru buka panti pijet plus-minus…. Belum punya karyawan, jadi masih mijet sendiri aja. Mungkin yang kelacak ada di timur itu Andhika eks Kangen Band, atau si Habib, atau Kak Emma, atau siapalah….

  4. Rabu lalu ketemu orang bernama Anton, sesama “pejalan”. Katanya dia temen SMA-mu. Dia baru sebulanan di sini, 4 tahun jelajahin negara2 selatan. Dunia yang sempit.

  5. Mbak Silvia. Semoga kabarnya sehat walafiat. Saya sangat menikmati tulisan2nya. Yang berikutnya saya tunggu ya. Salam hangat.

  6. Vi, kalo punya akses komunikasi ke Pascal Bin Saju, tolong sampein ke dia, berhentilah bergenit2 dengan berita terjemahan dari wire. Terlalu banyak “KUTIPAN DALAM TANDA PETIK YANG DIBUAT2 DAN GAK PENTING”, capek bacanya. Nggak ada satu pun berita bikinan dia yang luput dari kegenitan itu. Dari dahulu kala seperti itu. Di samping sok genit bersolek kata, nerjemahinnya juga sering kata per kata.

  7. walau familiar sama namanya tapi aku ngga kenal orangnya.
    sudah lama juga ngga baca koran atau mampir ke situsnya.
    uncu ini masih rajin ngikutin perkembangan di sini ya?

  8. Aku masih terus pergi
    Tanpa jadwal tanpa tanggal
    Masih terus pergi
    Tanpa kompas, cuma dibantu matahari dan bintang
    Terus pergi
    Tanpa pulang

  9. Vi, ke alamat mana surat buat Ahok bisa kukirim? Tolong aku cariin infonya Vi, kalo kamu nggak repot. Makasih ya.

  10. Salam kenal mba Silvia. Saya Tyas. Kemarin berkunjung ke sebuah rumah lama di Parakan dan cerita koh Sumur (Sutrisno Murtiyoso) persis sama dengan apa yang saya baca dari paparan mba. Jadi kalau saya mau cerita tinggal copy alamat web tulisan itu karena sudah sangat bagus dipaparkan. Semoga ada kesempatan untuk jumpa darat.

  11. Sedangkan kawan yang lumpuh pun berkeras merayap. Siput juga sedikit-sedikit beringsut.
    Kenapa engkau kelewat bangga akan masa lalu? Nyaman?

    Engkau tak bisa meringkus waktu. Takkan pernah bisa. Meskipun kau kira kau bisa—dan telah.

    Aku di sini, di sisi lain bumimu. Telanjang dan bukan siapa-siapa lagi.
    Tapi ketersesatan ini begitu nikmat, di kala kau yakin engkau dituntun dan dijaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s